Terima Kasih Rectoverso

Tepat dalam jangka waktu 2 hari saja buku maha karya Dewi Lestari “Rectoverso” selesai ku lahap. Sebuah rekor yang cukup fenomenal mengingat biasanya saya dalam membaca membutuhkan waktu paling cepat kira-kira 1-2 minggu. Di tengah segudang aktifitas yang sangat menyita waktu buku ini akhirnya bisa juga selesai aku baca dalam waktu yang singkat. Perkenalan ku dengan karya-karya dee di awali pada pertengahan tahun 2006. Ketika salah satu mendiang sahabat ku meminjami buku ” Ksatria Putri dan Bintang Jatuh “. Membaca tulisan-tulisan  dee seperti membangkitkan dunia imajinasi yang sekian lama terpendam dalam diri ini. Imajinasi ini perlahan tapi pasti keluar dengan sendiri. Tanpa harus di perintah oleh tuannya. Dengannya bahasa yang sederhana tapi dee berhasil membuat alur cerita yang luarbiasa.

Di dalam Rectoverso sendiri terdapat 11 kisah dan 10 lagu yang bisa di nikmati secara bergiliran atau pun bersamaan.  Membaca Rectoverso seakan kita hanyut di dalamnya. Banyak sekali kisah yang cukup menggugah untuk bisa kita ambil hikmahnya. Salah satunya adalah kisah seorang ibu yang harus bekerja lintas benua demi keinginannya. 2 tahun sudah dia berjuang  mendirikan sebuah perusahaan di sana. Selama 2 tahun dia hidup bagaikan dalam penjara, penjara yang dia kutuki dan senangi. Seakan tak mau lepas darinya. Sehingga dia merasa hidup dalam kotak sabun. 2 tahun dia tidak pulang ke rumah. 2 tahun sudah dia terbiasa mengunjungi rumah hanya lewat mimpi-mimpinya. 2 tahun sudah dia merasa hidup tapi tidak hidup. Hanya bisa mengetahui perkembangan anak-anaknya lewat kabar suaminya tanpa bisa mendampingi dan menyangsikan secara langsung. Tapi pada akhirnya dia bisa berhenti bermimpi. 2 tahun akhirnya dia memutuskan untuk pulang dan kembali ke rumah. Dan bisa menemani mimpi-mimpi keluarganya untuk esok, lusa, dan seterusnya..

Menyentuh sekali. Seakan kisah ini ada di sekitar kita dan terasa begitu nyata.

Iklan

Selamat Pagi

Selamat pagi.

Selamat pagi. Kita ucapkan selamat datang karena pagi sudah datang. Pagi datang menyapa kita dengan semua kemisteriusannya.
Desiran anginnya, cuacanya, serta suasananya. Sungguh tidak ada yang dapat menandinginya.
Di pagi hari dimana kita di haruskan untuk bangun dari tidur lelap kita. Karena pagi hari menyimpan udara segar yang baik
untuk tubuh kita. Karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Cobalah untuk keluar ke pekarangan rumah kita, lalu pejamkan mata anda dan bernafas lah. Berdoa lah, " terima kasih Tuhan
kau masih memberikan ku nafas pada pagi ini ". Kemudian buka kedua mata anda. Segar bukan.

lifeisneverflat