Arsip Kategori: Random Post

LEADERSHIP DALAM PERSPEKTIF STIFIn

Apa itu leadership ?

Bahasa Indonesianya adalah ‘kepemimpinan’, sedangkan kepemimpinan menurut versi saya adalah sebuah seni untuk melakukan perubahan positif secara efektif dan efisien dengan melibatkan tenaga, akal, dan fikiran antara sang pemimpin dan yang dipimpin. Singkatnya aktifitas apapun didalamnya harus ‘positif’, kalau tidak unsure positif didalamnya itu bukan kepemimpinan melainkan kehancuran. Contoh : memimpin untuk merampok bank, berbuat zalim, memfitnah dll.

Siapakah yang disebut sebagai pemimpin ? ini pertanyaan fundamental. Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya.

Ketahuilah, kita semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Kita adalah manusia berarti manusia adalah pemimpin, dan dasar kuat yang harus kita pegang adalah setiap dari kita akan dimintai “Pertanggung jawaban” atas siapa yang kita pimpin.

  • Parent leader dalam keluarga, Bos di instansi dengan bawahannya, ketua komunitas, kakak ke adik, dll – , dan lebih luasnya Tanggung jawab kita atas harta kita, lisan kita, perbuatan kita, dll

Penjelasan di atas adalah FUNDAMENTAL yang harus kita ketahui dan pegang teguh, karena tidak jarang orientasi di atas dinomor duakan. Disini kita akan kerucutkan, membahas tentang Manusia memimpin manusia. saya akan ceritakan pengalaman saya dalam memimpin.

Saya belajar tentang dasar-dasar kepemimpinan ketika saya kelas 1 smp dan mulai aplikasi menjadi pemimpin saat kelas 3 smp, dimulai dari memimpin project, komunitas dan event sampai Alhamdulilah terakhir 2015 kemaren menjadi ketua sebuah organisasi yang berjumlah 40-an orang. Pernah diberi amanat juga memimpin hamper 800 orang ketika menjadi bagian penegak disiplin waktu sekolah di Gontor, pesantren modern di Jawa Timur. Suka duka sangat luar biasa dari tekanan dan ocehan sinis orang-orang yang tidak percaya sama kita, sampai apresiasi yang sulit dilupakan sampai saat ini.

Ingatlah ini, “kalau tidak siap dibenci dan ditekan dalam berbagai sudut maka tidak usah memimpin”. Pemimpin harus siap dibenci, siap bersabar, siap mengambil keputusan genting demi kemaslahatan bersama, dll. Semua kebijakan, keputusan dan tindakan yang kita lakukan akan memperlihatkan kualitas Kepemimpinan kita. Bagaimana caranya?

Perhatikanlah kata-kata ini, “Pemimpin yang baik akan selalu dikenang namanya ketika ia sudah selesai dalam amanahnya”, coba dicek ketika anda pernah memimpin suatu komunitas atau organisasi.

  1. Apakah nama anda selalu diperbincangkan kebaikannya walaupun anda sudah tidak memimpin.
  2. Apakah anda masih sering dihubungi oleh mantan bawahan anda tentang urusan apapun, terutama hal-hal yang kalian pernah lakukan.
  3. Berapa orang kader yang kau ciptakan, kau tempa, kau didik, kau gembleng dan berhasil meneruskan perjuanganmu.

“Pemimpin baik dan benar selalu panjang umur” namanya sering disebut karena keberhasilannya memimpin. Ada tiga tahapan menjadi seorang pemimpin.

  1. Pahami Fundamental Seorang Pemimpin.
  2. Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Evaluasi melalui introspeksi dan penggalian “blank spot”

 

Setiap Mesin Kecerdasaan (MK) punya potensi kepemimpinan masing-masing, tapi dominannya berbeda :

  1. Sensing : dominan potensi leadershipnya di pengalamannya. Disini dia bisa jadi leader yang baik kalau banyak pengalaman. Lihat lagi 10 personaliti tetap anda, kuatkan disitu, latih !
  2. Thinking : potensi managerialnya bagus, sisi kritis dan tegasnya ini modal utama dia dalam leadership.
  3. Intuiting : sejatinya pemimpin harus memiliki banyak ide, nah intuiting ini tinggal kuatkan di masalah aplikasi. Hindari terlalu banyak ide, namun malas ikut terjun mengeksekusi.
  4. Feeling : Interpersonalnya jadi modal utama. inner beauty nya di latih.
  5. Instinct : cenderung terlihat multitalenta, ini potensi. Karena biasanya pengalamannya banyak.

Kalau sudah tahu dasar-dasarnya mari kita lanjut ke tahap kedua yaitu APLIKASI. Tindak tanduk pemimpin adalah sumber kekuatan bagi yang dipimpinnya.

  1. Role model

Sungguh ini yang sulit, bukan bermakna jaga image tetapi contoh. Usahakanlah member contoh sebelum instruksi, andil dalam eksekusi jika tidak bisa perhatikanlah usaha mereka. Itu menandakan engkau pemimpin yang peduli, bukan hanya pandai bicara namun bisa dijadikan panutan dalam perkataan dan perbuatan. Jaga lisanmu, karena satu katapun sangat berpengaruh bagi anggotamu.

  1. Mendengar, Mendengar dan Mendengar
  • Sensing, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu walaupun mungkin pengalamannya tidak seperti apa yang kau tahu, tapi pasti ada sesuatu yang bisa kau ambil
  • Thinking, dengarkan ia yang menyampaikan pendapatnya padamu, walaupun idea tau sarannya terkesan tidak logis dan asal, selanjutnya bisa kau arahkan dengan potensi analisa kritismu agar idenya lebih baik.
  • Intuiting, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya padamu, walaupun menurutmu idenya tak sebagus idemu. Apa salahnya didengarkan, Tanya objektivitasnya dan tambahkan dengan idemu.
  • Feeling, dengarkan ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu, walaupun kau tak suka dengannya namun nasihat dan ilmu bisa berasal dari siapa saja, sekalipun dari musuhmu.
  • Instinct, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu, walaupun mengganggap dirimu multi talenta dan serba bisa. Namun terimalah semua yang dinasihatkan kepadamu.

Naikan matramu ke level yang lebih tinggi lagi, waspadalah terhadap kekuranganmu, latihlah untuk mengembangkannya. Biasanya kalau orang itu pengalamannya udah banyak, merasa ilmunya sudah banyak, cenderung memiliki sifat sombong kalau belum dilatih. MENDENGAR adalah salah satu tantangan bagi anda yang ingin menjadi seorang leader. Ya Benar anda pintar, memang tidak ada yang lebih pintar dari anda. Ya Pengalaman anda banyak, apakah akan sama pengalaman anda dengan orang lain.

  1. Tahap evaluasi (identifikasi blank spot)

Saya katakana, sehebat apapun anda memimpin, pengalaman anda, ide anda, managerial anda, pasti ada saja kekurangan yang kita punya, dan tanpa kita sadari ini jadi boomerang. Intinya perbanyak minta masukan, nasihat. Terkadang hal-hal tersembunyi dari kita hanya bisa dilihat oleh orang lain

Sumber : Adnan STIFIn Leadership

Kalau anda tipe leader seperti apa dan bagaimana anda memimpin ? Untuk mengetahuinya silahkan hubungi Rute Talenta. CP : 0856-2464-3232 (Wildan) / 0813-1288-6815 (Deyu “STIFIn Promotor”)

BAHAGIA

Satu kata yang kita cari. Dengan susah payah berupaya untuk kita rengkuh. Mati-matian agar bisa kita rasakan. Sepanjang hayat coba kita wujudkan.

Bohong besar jika kita tak ingin hidup bahagia. Meski parameter kebahagian masing-masing orang berbeda, tetap saja semua orang menginginkannya. Defini bahagia coba orang-orang urai, maka akan menjelma dengan banyak wujud. Ada yang bahagia bila mempunyai istri yang cantik nan shalihah. Ada juga yang beranggapan dengan banyaknya harta maka hidup terasa bahagia. Ada juga yang sudah merasa bahagia bila berada dekat dengan sahabat.

Tapi, itu semua sifatnya artifisial. Akan hilang seiring perjalanan waktu. Karena bahagia adalah urusan hati, yang kan bersemayam selamanya di sana. Menetap tidak ingin pergi, pun tak mau di ganti. Bahagia adalah soal menghindari penderitaan. Derita yang mencekam, menyiksa jiwa dan raga yang terus coba kita enyahkan.

Bahagia ibaratkan dahaga. Merengkuh satu kebahagian tidak akan pernah terasa cukup, ia meminta di isi kembali. Selalu meminta di tambah, lagi dan lagi. Sampai akhirnya kita wafat, maka dahaga bahagia kan hilang. Dan tibalah kita pada suatu masa, dimana Tuhan kita bertanya, “Bahagiamu kau peroleh darimana ? dan kau bagikan kepada siapa?”

mwm

 

Hidup adalah lelucon

Hidupmu di bangun oleh serangkaian peristiwa yang kamu anggap pada awalnya tidak nyambung. Padahal nyambung banget, karena hukum kualitas berlaku. Tidak ada akibat tanpa sebab, pun sebaliknya. Seperti kepingan puzzle, lambat laun mulai teridentifikasi. What it’s the picture ?

Masa lalu menghasilkan kenangan, tersimpan rapi sebagai memori di otak. Kehidupan berjalan, memorimu pun acak corak. Kenangan lama tertimbun kenangan baru. Terus dan terus, tersimpan jauh ke dalam memori. Sampai, sebuah peristiwa mengingatkanmu kembali akan kenangan lama yang sudah tertumpuk dan lapuk. Kamu teringat kembali.

Kamu pun berupaya menghindarinya, kalau perlu mengeyahkannya. Bila indah, ingin sekali mengulanginya lagi. Sampai akhirnya kamu sadar. Keadaan berubah, tidak seperti bayangan pada memorimu. Dan kamu terdiam. Memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.

Kenapa orang berubah ?

Mengapa tidak sama ?

Bagaimana bisa ?

Bukankah kita masih orang yang sama dengan nama yang sama ?

Tiba-tiba kamu merasa kesepian. Ingin berbagi tapi pada siapa. Ingin mengadu tapi pada siapa. Perasaan murung hinggap, kamu memilih menyendiri. Jauh dari keramaian, jauh dari kebisingan. Berusaha keluar dari memori yang tidak ingin kamu ingat. Sampai pada titik nadir. Bimbang. Memilih apa ?

Bukankah kesempatan selalu ada ? bukankah orang berhak mendapatkan kesempatan kedua ? Aku ga salah. Aku ga berubah. Aku baik-baik saja. Orang-orang yang salah. Orang-orang yang berubah. Orang-orang yang ga baik-baik saja. Terus melihat ke luar, jauh ke luar. Hingga kamu terhempas. Seperti terombang-ambing di samudera tanpa tahu arah tujuan.

Kemudian kamu mulai acuh tidak peduli. Dingin, menciptakan dinding es tebal agar tidak ada seorang pun yang dapat melewatinya. Menjaga jarak, jangan sampai orang-orang mendekat. Terus meninggikan dinding yang kamu ciptakan. Kalau perlu hanya aku yang boleh berada di dalamnya.

Matahari mulai bersinar, dinding es yang kamu ciptakan mulai meleleh. Orang-orang mendekat, sekedar menengok dan menanyakan kabar. Pertahanan yang kamu buat lambat laun hancur. Sampai pada suatu hari kamu mulai tersenyum. Melihat kelakuanmu dahulu, apa saja yang kamu perbuat. Lalu kamu mulai membicarakannya, menganggap itu sebagai lelucon yang layak untuk ditertawakan.

mwm

Pasangan – Ketenangan

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” QS 30 : 21

Kehidupan berjalan, kita pun merasa kesepian. Bukan karena tidak ada keramaian tetapi kita kehilangan teman-teman. Teman yang senantiasa menemani kala suka dan duka. Selalu ada ketika dibutuhkan. Selalu mencari kita untuk sekedar berbagi cerita, Tidak pernah bosan mendengarkan segala keluh kesah. Serta tidak henti-hentinya menyemangati saat kita jengah dan terpuruk.

Allah tahu kita tidak akan sanggup hidup sendirian. Makanya Alloh berikan kita pasangan.

Pasangan :

1. Untuk tempat berbagi,

2. Satu visi dan misi

3. Saling mendukung untuk mewujudkan visi dan misi tsb

Bila kita kriteria tersebut ada dalam pasangan yang kita miliki. Maka akan tercipta ketenangan dalam diri. Perbedaan tidak menjadi alasan untuk berpisah. Bahkan pertengkaran pun dapat diselesaikan dengan cepat, tidak akan berlarut-larut. Hal-hal sepele tetap menjadi sepele, selama ranah prinsip tidak berbenturan.

mwm

Angkat Bicara

Kemarin, kini, esok, lusa..

Bagiku sama saja, karena perjuangan tidak mengenal batas waktu. Hanya kematian yang menjadi batasan, bukan yang lain. Bukan soal popularitas, jabatan, dan kekayaan. Ini soal kesejatian. Tentang suara kebenaran hakiki, yang harus disuarkan. Jeritan nurani yang tidak bisa lagi dibohongi.

Jeritan yang tidak bisa dijinakan dengan iming-iming artificial. Kesejatian, kembali menjadi asli dan murni. Perlawanan terhadap penipuan-penipuan yang menjurus pada kepalsuan. Kepalsuan-kepalsuan yang membuat manusia menjadi mayat hidup, lalu menjerumuskannya kepada kebinasaan dan kehinaan.

Berangus-ringkus. Kita jadikan lawan menjadi kawan. Kita jalin pertemanan menjadi persahabatan. Tidak hanya di dunia tapi sampai kelak di akhirat. Kita cari sahabat-sahabat sejati yang kan menemani perjuangan ini. Kita hantam hati mereka dengan suara-suara ilahi. Kita rangkul jangan diabaikan, kalau perlu kita bopong. Walapun terengah-engah, hasilnya akan sepadan. Bukankah upah dari Ilahi Robbi yang kita harapkan ?

Peperangan yang terjadi setiap hari,

bahkan sampai kelak kita mati.

Resah tak haruslah membuat kita goyah.

Tapi jadikan pematik bagi diri yg lemah.

Selagi masih ada kesempatan…

Mari menyongsong kemerdekaan…

Agar manusia hidup dalam kesejatian…

Mengabdi dalam kemurnian dan keselamatan..

mwm