Arsip Kategori: Psikologi

KOMUNIKASI EFEKTIF ANTAR MESIN KECERDASAN

STIFIn memiliki teori Sirkulasi yang menggambarkan perputaran energy dari satu mesin kecerdasan ke mesin kecerdasaanya lainnya. Ini sangat cocok untuk pola komunikasi antar satu sama lain. Sepanjang pengamatan saya, pola mendukung antara satu mesin kecerdasaan dengan kecerdasaan lain, betul-betul berjalan. Adapun pola menaklukkan antara satu mesin kecerdasan dengan mesin kecerdasaan lain, tetap terlihat dan berjalan namun sangat tergantung dengan kapasitas dan kapabilitas seseorang.

Untuk mempermudah komunikasi dengan mesin kecerdasaan lain, saya sarikan tips dan cara yang tepat untuk komunikasi ke masing-masing mesin kecerdasan. Jika bicara dengan orang Sensing Introvert, maka disarankan :

  1. Menggunakan bahasa yang jelas dan tidak bertele-tele
  2. Berikan informasi secara runut dan detail.
  3. Yes, yes, no, no.
  4. Berikan kepastian.
  5. Gunakan contoh nyata/alat peraga.

Jika bicara dengan orang Sensing Extrovert, maka disarankan :

  1. Rayu/puji terlebih dahulu.
  2. Iming-imingi dengan hasil yang jelas/pasti.
  3. Berikan sedikit sentuhan.
  4. Terus semangati dengan kata-kata motivasi.
  5. Bisikkan suara ke telinga agar terdengar lebih dekat.

Jika bicara dengan orang Thinking Introvert, maka disarankan :

  1. Pikirkan kalimat matang-matang.
  2. Jangan baper dengan ke-dingin-annya.
  3. Siapkan data dan fakta yang lengkap.
  4. Berikan rekognisi (pujian dari orang yang dihormati) olehnya.
  5. Bersikap rasional dan objektif

Jika bicara dengan orang Thinking Extrovert, maka disarankan :

  1. Berikan skema sebab-akibat yang logis.
  2. Pancing dengan tema yang berbobot.
  3. Berikan wewenang untuk mengatur sesuatu.
  4. Santai ketika berkomunikasi dan jangan tegang.
  5. Berikan rekognisi (pujian dari orang yang dihormati) olehnya.

Jika bicara dengan orang Intuiting Introvert, maka disarankan :

  1. Tetapkan arah pembicaraan dan kawal ketika sedang melenceng.
  2. Masuk ke dalam mimpi atau tujuang jangka jauhnya terlebih dahulu
  3. Arahkan ide yang muncul dengan step by step
  4. Jelanskan dengan peluang yang akan muncul
  5. Memakai analogi yang tepat agar mudah dipahami
teori-sirkulasi
sirkulasi stifin.

Jika bicara dengan orang Intuiting Extrovert, maka disarankan :

  1. Santai dan masukkan lelucon/jokes ringan ke dalam komunikasi
  2. Masuk ke dalam mimpi atau tujuan jauhnya terlebih dahulu
  3. Berikan pemaparan lewat analogi
  4. Kuatkan informasi dengan data dan fakta yang lengkap agar pesan kita kokoh
  5. Jika mengelak maka jangan dibantah tapi ikuti alur kemaunnya, namun tetap bernegoisasi agar mendapt jalan tengah.

Jika bicara dengan orang Feeling Introvert, maka disarankan :

  1. Berikan senyuman terhangat dan genggam tangan dengan semangat.
  2. Mulai dengan tanyakan hal-hal kecil seperti kabar diri, keluarga, perkantoran, dll.
  3. Berikan sentuhan ketika komunikasi.
  4. Rangkul bahunya agar semakin dekat.
  5. Ciptakan komunikasi yang hidup dengan bertanya lebih dalam tentang keahlian sang lawan bicara.

Jika bicara dengan orang Feeling Extrovert, maka disarankan :

  1. Pasang wajah yang ceria.
  2. Ceritakan tentang kisah nyata / kisah motivasi. Agar suasana lebih hangat dan semangat.
  3. Puji dengan tulus.
  4. Minta arahan/saran dari dia.
  5. Ceritakan hal baru yang menyenangkan.

Jika bicara dengan orang Insting, maka disarankan :

  1. To the point dengan bahasa yang jelas (tidak bersayap).
  2. Hilangkan tekanan dan gunakan music (jika bisa).
  3. Tetapkan point point.
  4. Tegas namun tidak kasar.
  5. Ajak dia berfikir dan katakan “tolong” dalam permintaan.

 

NB : Kelima yang dijelaskan tidak bersifat mutlak karena backround seorang lawan bicara juga menentukan. Adapun point tersebut hanya bersifat saran yang disesuaikan dari kecerdasaan genetiknya masing-masing.

Komunikasi adalah sebuah seni, sejati seni dia memerlukan rasa dan cinta yang jujur. Tanpa keduanya seni tidak akan hidup, maka teruslah mengasah rasa dan cintamu setiap malam lewat  rintihan dalam sujud. Karena doa adalah senjata ampuh menaklukan dia dan menaklukan ego Anda. Masalah komunikasi ini adalah inherent (melekat = sangat penting) terhadap kebutuhan manusia. Rasanya tidak mungkin seseorang hidup sempurna tanpa berkomunikasi dengan orang lain. Keahlian komunikasi juga merupakan hal yang fundamental dalam pengembangan karir seseorang atau suatu organisasi. Tanpa komunikasi sukarlah dibayangkan bagaimana kehidupan ini berjalan. Serta patut menjadi sorotan, jangan sampai kita mengalami kegagalan dalam berkomunikasi sehingga mengakibatkan. miss persepsi dan gagal paham. Miss persepsi dan gagal paham merupakan awal dari sebuah kehancuran.

Bila anda tertarik untuk mengikuti test STIFIn dapat menghubungi kami RUTE TALENTA.

CP : 0856-2464-3232 (Wildan) / 0813-1288-6815 (Deyu “STIFIn Promotor”)

 

Iklan

Menapaki Karier di Era Millenial

Who’s millennial ?

Sampai dengan saat ini masih terjadi perdebatan pada rentang usia berapa seseorang dikelompokkan dalam generasi millennial. Australia mengelompokkan mereka lahir pada periode 1982-2000, sedangkan Amerika bilang millennial adalah kelompok umur yang lahir pada periode 1980-2000 and so on. Hingga akhirnya disepakati secara normatif, generasi millennial adalah periode kelahiran (kohort) yang lahir antara rentang tahun 1980-2000.

Sejarahnya berawal di tahun 1983, perusahaan-perusahaan di USA melihat ada gejala sosial dari anak-anak usia 12 – 13 tahun (teenager) yang berbeda perilakunya dengan generasi sebalumnya. Shortly world, akhirnya mengelompokkan generasi ini ke dalam generasi Y. Generasi ini punya banyak nama, dalam beberapa literatur istilah generasi millennial ini dikenal juga sebagai gen Y, Net generation, Echo-boomer generation, peter pan generation, boomerang generation.

Kenapa akhirnya generasi ini diberi nama millennial, hal ini tidak lain karena mereka lahir di era millennial. Era high tech dan informasi digital. Dikarenakan mereka lahir di zaman ini, karakteristik perilaku generasi millennial akhirnya menjadi sebuah budaya yang mempengaruhi cross generation lainnya. Jadi jika suatu saat bertemu dengan orang yang seumuran orang tua atau oma/opa kita yang terlihat eksis selfie atau welfie di sosmed, posting curcol-an, dan sejenisnya, harap maklum. Bukan berarti mereka regresi/mundur dalam perkembangan kepribadiannya, tapi karena mereka hidup tepat di zaman high tech & digital info dan bersama-sama dengan generasi millennial ini.

Generasi millennial memiliki beberapa karakteristik, diantara :

  1. Millennial cenderung mencari karier yang punya nilai “emotional bonding” Missal saat ini sedang trennya IT job, maka jenis pekerjaan IT yang dulu asing didengar, sekarang menjadi pekerjaan yang punya nilai emotional bond karena sedang naik daun. Misal jadi web developer, copy writer, SEO (Search Engine Optimizer), Sustainabillity manager, desainer manager, etc.
  2. Millennial juga mencari perusahaan yang punya nilai histori baik. Tidak hanya dalam nilai histori baik. Tidak hanya dalam hal reputasi, salari besar, promosi cepat dan aktualisasi diri.
  3. Para karyawan millennial mencari atasan yang juga bisa mengimbangi ‘kegape-an’ mereka dalam hal tech savy. Jadi kalau bertemu dengan atasan dari lintas generasi yang tidak tech savy, siap-siap bakal menjadi bahan ‘bully’an a-la warung kopi.
  4. Minimal syarat-syarat diatas harus masuk ke spek gen Y, kalau tidak bagaimana ? maka pada akhirnya tidak sedikit dari generasi millennial yang menjadi job hopper alias kutu loncat. Namun fenomena yang menariknya adalah belakangan job hopper menjadi profesi sendiri dan mereka dibayar mahal untuk itu. THE RULE HAS CHANGED!!!
  5. Orientasi karier millennial saat ini juga bergeser mostly menjadi entrepreneur. Jiwa yang dinamis berpadu dengan kecakapan teknis yang menjual, mendorong mereka untuk berkarier secara mandiri daripada menjadi karyawan kerah putih. Kalau kita mau telusuri profile mereka di komunitas professional Linkedln, karier para entrepreneur millennial muda ini tidak kalah keren di banding zaman ayah atau opa mereka.

Jika dulu menjadi pebisnis dimulai saat usia rambut di kelapa sudah menipis (usia 50 tahun ke atas), sekarang ini belum genap usia 25 tahun (pasca kuliah) sudah banyak yang menjadi CEO, owner, founder, etc. Mau tahu berapa banyak tenaga kerja millennial sekarang ini di Indonesia ?

Saat ini jumlah tenaga kerja millennial di Indonesia sekitar 35 persen dari total tenaga kerja yang ada (sekitar 75 mio). 6 persen diantaranya adalah pengangguran karena tidak mampu beradaptasi dengan kecepatan perubahan zaman. Saat ini eranya high digital technology. Semua orang dari lintas usia berbondong-bondong mempelajari kebutuhan untuk dapat survive di zaman ini.

Bagi para millennial yang tidak sigap bergerak, hati-hati terlindas perkembangan zaman. Apalagi jumlah millennial hingga tahun 2025 nanti jumlahnya akan mencapai 75 persen dari total populasi tenaga kerja. Artinya apa ? yes, persaingan semakin ketat. Sadar tidak sejak tahun kemaren kran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah di buka. So what should we do ?

Kami menganalisa ada dua fenomena yang sudah berjalan dan bisa diduplikasi. Pilihannya sederhana hanya ada dua, menjadi BOS atau KARYAWANnya. Menjadi BOS berarti membuka lapangan pekerjaan sendiri (menjadi entrepreneur) misalnya dengan membuat start up (fokusnya adalah untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat). Contohnya Gojek, e-fihsery, hijup, bridestory, kudo, dll.

Bila menjadi KARYAWAN (S&K belaku), dimana harus menjadi karyawan kerah putih yang extraordinary. Level up your skill. Jangan hanya terbatas pada kurikulum sekolah/kampus/job desc. Each of us should raise up our add value. Terus menerus belajar mengenai ilmu lain yang menjadi kebutuhan zaman. Tidak peduli apakah lulusan SMK atau sarjana bahkan master atau doktor. Jika tidak dapat bersaing memenuhi tantangan zaman, maka tanpa ampun bisa tergeser dan akhirnya sekedar menjadi penonton di luar arena.

Berikan KONTRIBUSI, KERJA PROFESIONAL, dan tinggalkan REPUTASI yang baik. Ada data yang tidak kalah mencengangkan atau “kerON”. Hasil survey Forum Ekonomi Dunia terhadap 350 pemimpin senior perusahaan-perusahaan besar di 15 negara maju dan berkembang menunjukkan, sebanyak  7,1 juta pekerjaan akan menghilang akibat adanya otomatisasi di era digital technology ini. Namun seiring dengan itu akan tercipta 2,1 juta pekerjaan baru di sektor teknologi. Informasi ini bukan untuk menakut-nakuti tetapi hanya memberikan gambaran bagaimana seharusnya sikap kita menghadapi era yang serba cepat berubah (volatile), tidak jelas (uncertainty), kompleks (complexity), dan Ambigu.

Ada empat jurus yang harus dimiliki oleh para millennial supaya mempunyai daya tahan dan daya saing dalam menjalani karier.

  1. Pahami diri sendiri (self understanding). Mengetahui apa bakat, minat, tujuan kontribusi kariernya. Saat ini cukup banyak tool yang dapat digunakan untuk mengukur bakat dan minat seseorang dalam hal berkarier. Mulai dari jenisnya inventory test paper & pencil hingga yang punya kosep kerON macam STIFIn ini. Setiap test mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Namun sejauh ini yang saya lakukan STIFIn yang paling pas menjawab ‘kegalauan’ karena hasil test yang terpercaya (R>0.8), culture free, tidak ada sosial desirability (kecenderungan jawaban mengikuti aturan sosial yang berlaku). Jadi yang pertama syarat mutlak dalam berkarier adalah temukan karier yang “GUE BANGET” berdasarkan hasil test FOKUS SATU HEBAT.
  2. Pahami lingkungan (environment understanding). Idenya adalah BUMBATA, buka mata buka telinga. Ikuti bagaimana perkembangan karier di era saat ini. Jangan alergi membaca berita. Selanjutnya, dapatkan social support (dukungan sosial), tidak hanya dari keluarga tapi juga dari rekan peer/komunitas yang supportif tentunya. Rajin-rajin berkunjung ke situs karier untuk tahu jenis karier apa yang sekarang sedang HITS.
  3. Jadilah kompeten (Act for competence). Ada sejumlah kompetensi yang wajib dimiliki oleh para millennial .

Satu : Komunikasi. Termasuk didalamnya digital literacy. Mulai dari etika memposting berita, memberi komentar atau menshare berita. Kata kuncinya adalah BEHAVE! Saat ini reputasi seseorang salah satunya dilihat dari bagaimana ia menggunakan medsos dalam berinteraksi. Kalau isinya curcolan melulu atau keluhan, calon atasan, atasan, investor bisnis akan males mendekatinya.

Dua : Kompetensi Team-ING. Kompetensi ini wajib dimiliki supaya karier bisa melaju cepat. Kata kuncinya : Kolaborasi. Pesaing atau competitor itu bukan musuh, tapi “hiu kecil” yang membuat kita selalu ‘alert’ dan waspada dalam menjalani karier.

Ketiga : Entreprenuership. Ini pas banger dengan psikososialnya millennial. Jadi tidak mengherankan kalau sekolah-sekolah bisnis entrepreneurship berjamuran buat anak-anak muda. Selain kompetensi ini menjadi tuntutan zaman, hal ini juga mengajarkan bagaimana millennial dapat segera hidup mandiri dan berkontribusi bagi orang lain.

Keempat : Paradigma Learn to earn. Sudah bukan waktunya lagi perilaku ‘alay’ zaman kita sekolah dibawa ke pekerjaan. Zamannya kita pakai seragam berbeda dengan saat kita berdasi.

  1. Membuat tangga karier (ladder of career). Buatlah rencana karier/bisnis yang spesifik, terukur, logis tercapai, realistis dan jelas batas waktunya. Buatlah matrix karier. Kemudian miliki mentor. Fungsi mentor ini memastikan arah karier dengan benar (FOKUS), memimpin di depan karena punya ekspertise di bidangnya, berfikir strategi, dan berorientasi jangka panjang dengan waktu yang terbatas

Ada sebagian orang yang menggangap karier adalah pekerjaan. Yang lain mungkin menggangap karier adalah profesi. Saya perlu sedikit luruskan. Dari sejumlah literature mengenai karier, karier berasal dari bahasa Yunani yang artinya carrier (transportation/kendaraan). Karier bukan pekerjaan yang merupakan serangkaian aktivitas kerja dalam perusahaan. Sehingga relevan dengan padangan bahwa career is not job, career is us! Kita bisa saja diPecat dari pekerjaan kita, tapi tidak dari karier kita. Sementara apa hubungannya dengan profesi?

Karier merupakan kendaraan bagi profesi untuk mengantarkan tujuannya menjadi sukses mulianya. Kendaraan ini mempunyai tingkatan, seperti alat transportasi. Analoginya, sama-sama kendaraan, tapi orang yang pakai motor akan beda kecepatannya sampai ke tujuan dibandingkan dengan orang yang menggunakan pajero sport. Orang yang mengendarai pajero sport mungkin kalah kecepatannya disbanding orang yang pakai Ferari. Coba analisa sendiri, kaitkan dengan karier.

Zaman berubah mengikuti hukum VUCA (rapid change), uncertain, Complex dan Ambigu saat ini. Aturan main yang berlaku dalam karier pun mengalami pergeseran. Penuhi prinsip dasar dalam berkarier SUKSES MULIA : kontribusi terkeren, sikap professional terkece dan tunjukan reputasi teroke. Untuk memenuhi hal ini ada 4 jurus yang perlu diingat. SEAL : Self understanding, Environment understanding, Act for Competence, dan Ladder of career.

Sumber : Lina Melinda K (Psikolog Career Accelerator)

Bila anda tertarik untuk mengikuti test STIFIn dapat menghubungi kami RUTE TALENTA.

CP : 0856-2464-3232 (Wildan) / 0813-1288-6815 (Deyu “STIFIn Promotor”)

Kanak-kanak

Aku punya dua keponakan, Diva dan Dira namanya. Diva berusia lima tahun sedangkan Dira satu tahun. Diva kini bersekolah di TK O besar. Dimana ia mulai belajar pengurangan dan penambahan serta mempertajam kemampuan membaca dan menulis.
Diva anak yang manja apa-apa yang ia minta harus dipenuhi. Bila tidak ia akan menangis meraung-raung sampai keinginannya ada di depan mata. Selain itu Diva juga egois, inginnya menang sendiri, nasihat orangtuanya pun tidak di gubris.
Tapi ia anak yang mandiri juga cerdas. Ia cepat menyerap pelajaran dan mempraktekannya. Ia juga kuat dan kakak yang baik bagi adiknya. Ia penurut sekaligus penakut.
Lain halnya dengan adiknya. Dira anak yang tegar dan pemberani. Ia tidak takut pada apapun. Dira anak yang tangkas, kesukaannya memanjat meja, kursi dan apa-apa yang tinggi. Selain itu Dira anak yang pemarah, tidak jarang bila dilarang ia malah melawan.
Kemudian Dira senang memasukan benda apa pun ke dalam mulutnya. Di usia satu tahun Dira sudah bisa berjalan. Berjalan kesana kemari tanpa kenal lelah. Sesekali bersembunyi di balik sofa berharap orang lain menemukannya. kemudian ia akan bilang, “ba“.

***

Kita pernah seperti mereka. Lucu, menggemaskan dan membuat riang orang yang melihat tingkah laku kita. Kita juga pernah hidup di masa kanak-kanak, dengan perasaan senang tanpa beban. Apa-apa yang kita inginkan selalu terkabul. Dengan memasang pose marah, memelas lalu menangis keras-keras, keinginan kita pun terwujud.
Waktu berganti, kita pun terhempas pada kenyataan yang tak sejalan dengan yang kita inginkan. Lalu apa yang kita perbuat? Kita menagis, menyalahkan keadaan, meratapi yang sudah terjadi, dan takut.
Takut untuk berharap, enggan dalam menjalani prosesnya. Kita kehilangan arah, setiap penjuru kita datangi, agar arah yang tepat tertemukan kembali. Menginginkan jalan yang mudah demi hasil yang maksimal.
Merasa masalah yang kita hadapi paling berat. Memandang sinis kebahagian orang lain. Bersikap skeptis pada keberhasilan orang lain. Menyalahkan Tuhan atas semua kemalangan yang kita terima. Tapi lupa berterimakasih atas semua kenikmatan yang kita rasakan. Seakan-akan hidup memang harus senang .
Kemudian kita pun enggan untuk berbagi. Inginnya di kasihani. kalau pun harus berbagi, ala kadarnya saja, yang pahit-pahitnya saja. Kesenangannya kita simpan sendiri.

mwm

 

Janganlah Menjadi Gelas Dalam Hidup Ini

Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

Kenapa kau selalu murung, nak..?

Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini?

Ke mana perginya wajah bersyukurmu..? sang Guru bertanya.

Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh.. Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.

Bawalah kemari.. biar kuperbaiki suasana hatimu itu.

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu, kata Sang Guru. ?Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.

Si murid pun melakukannya. wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

Bagaimana rasanya?? tanya Sang Guru.

Asin, dan perutku jadi mual, jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

Sekarang kau ikut aku. Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau..?

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

Sekarang, coba kau minum air danau itu,kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, Bagaimana rasanya??

Segar, segar sekali,kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.

Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi??

Tidak sama sekali,kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

Nak, kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.?

Si murid terdiam, mendengarkan.

Tapi Nak, rasa asin dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu jadi sebesar danau….

Dan selalulah bisa mempunyai hati yg selalu bisa mengucap syukur untuk segala hal yg terjadi dalam hidup kita.

sumber :http://15meh.blogspot.com/2010/05/janganlah-menjadi-gelas-dalam-hidup-ini.html

She Pregnant

She pregnant.

She was pregnant. not just one baby but twins.

WOW…

Aku sebagai temannya turut bahagia atas kehamilannya. Allah Swt begitu baik padanya. DIA percayakan dua orang anak sekaligus padanya. Aku berani bertaruh, tidak pernah terlintas dipikirannya untuk merencanakan memiliki anak kembar.

Memiliki anak kembar tidaklah mudah ada beberapa kriteria yang harus di penuhi untuk mendapatkan anak kembar. Berikut tips untuk membuat anak kembar :

1. Sejarah keluarga

Apabila di dalam keluarga Anda memiliki sejarah kelahiran kembar, kemungkinan Anda juga akan dapat anak kembar berdasarkan faktor keturunan atau genetik.

2. Gemuk atau berat badan berlebih

Sebuah penelitian yang dimuat di American College of Obstetrics and Gynecology, menunjukkan hubungan yang erat antara kecenderungan kelahiran kembar dengan naiknya kasus obesitas.

Menurut penelitian, ibu dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, berpeluang mengandung anak kembar. Tapi statistik ini hanya berlaku bagi pasangan dengan sejarah keluarga kelahiran kembar.

3. Hamil di usia tua

Wanita yang hamil di usia tua, memiliki kemungkinan untuk melahirkan bayi kembar, karena pada usia tersebut diperkirakan produktivitas ovulasi akan tinggi seiring usia biologis yang juga bergerak cepat. Sekitar 17% wanita yang hamil di atas 45 tahun, berpeluang mengandung anak kembar.
Sayangnya, semua tahu mengandung di usia tua sangat berisiko, dari keguguran hingga meningkatnya kadar gula selama hamil.

4. Konsumsi umbi-umbian dan susu

Belum lama ini penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, membuktikan bahwa jenis umbi-umbian, seperti ubi, kentang dan susu dapat meningkatkan ovulasi pada sel telur sehingga membuka kemungkinan seseorang mendapatkan anak kembar.
Salah satu buktinya, etnis Yoruba di Afrika Barat yang penduduknya sebagian besar mengkonsumsi umbi-umbian, terkenal sebagai negara dengan kelahiran kembar tertinggi di dunia. Diyakini bahwa umbi-umbian memiliki zat kimia yang memicu terjadinya hiperovulasi.
Sedangkan penelitian di tahun 2006 lalu memperlihatkan, wanita yang mengkonsumsi susu lebih banyak, cenderung memiliki kemungkinan besar untuk mengandung anak kembar.

5. Fertilitas

Jaman sekarang Program teknologi reproduksi sudah demikian pesat. Dengan menyuntikan hormon tertentu dan melakukan terapi fertilitas, seorang wanita dimungkinkan melahirkan bayi kembar.

6. Sering melahirkan

Semakin banyak anak yang telah Anda miliki, kemungkinan mengalami kehamilan kembar juga semakin besar. Namun tak ada yang bisa memastikan pada kehamilan ke berapa terjadi kehamilan kembar.

7. Hamil saat masih menyusui

Banyak yang beranggapan, saat menyusui, seorang wanita tidak dapat hamil. Tetapi proses laktasi saat menyusui menjaga ibu tetap berovulasi dan mengalami menstruasi.

8. Sedang beruntung

Tak sedikit kasus kelahiran kembar yang justru menggambarkan kriteria umum di atas, serta tak dapat diketahui penyebabnya. Kembar identik (monozigot twin) yang banyak terjadi pun, hingga kini penyebabnya masih misterius. Tak ada yang bisa meramalkan, kapan dan bagaimana sebuah sel telur akan memecahkan diri menjadi dua janin.

9. Kuasa Tuhan

Tanpa campur tangan dari Tuhan memiliki anak kembar adalah sebuah keniscayaan. Kita harus ingat bahwa “manusia hanya bisa merencanakan, tapi Tuhan jua lah yang menentukan”.

Sekali lagi saya ucapkan selamat atas kehamilanmu.

M-W-M