Arsip Kategori: Life is never flat

Nothing Last Standing Foverer

Ada awalan, ada akhiran. Sebuah kaidah yang sama-sama ketahui bersama. Kenapa harus ada awalan dan juga kenapa harus ada akhiran. Dalam opini aku, awalan adalah sebuah penanda untuk mengawali sesuatu. Juga ia adalah tanda untuk memulai sesuatu, apapun itu. Tanpa sebuah awalan, kita akan kebingunan dalam menentukan sebuah proses. Karena awal merupakan perdana, dan kita selalu mencari ujung dari sebuah asal muasal. Ibarat detektif yang sedang penasaran, dalam mengetahui hal ihwal bagaimana sebuah peristiwa awalnya bermula. Darimana ? Bagaimana mulanya ?

Sedangkan akhiran adalah sebuah penanda untuk berhenti. Juga ia merupakan tanda untuk menghentikan semua proses. Ketika sebuah proses dihentikan maka kita akan dapat melanjutkan kepada proses selanjutnya. Ibaratkan sebuah jeda. Karena sebagai manusia seyogyanya kita tidak dapat terus menerus melakukan sesuatu. Kita perlu akhiran untuk berhenti. Agar penentuan serangkaian proses dapat kita telaah dan kita analisa.

Sayangnya kita terlalu larut dalam menjalani narasi kehidupan yang kita jalani. Saking menikmatinya, bahkan dengan terpaksa atau sukarela. Tahu-tahu proses kehidupan yang kita jalani sudah di penghujung akhir. Mendekati akhir baru kita sadar, bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. Semua berputar, melaju terus melaju, mengalir dari satu titik ke titik lain.

Kita selalu berbicara masa lalu yang menjadi awalan pijakan, agar apa, agar kenangan tidak hilang dan kenangan dapat terpatri di dalam hati serta memori. Bahkan masa yang kita sudah pernah hidup di dalamnya, kita bicarakan ulang. Untuk hal-hal tertentu itu berguna, tapi benarkah ia betul-betul berguna.

Kita selalu berbicara masa depan, ujung kalimat yang selalu kita nantikan. Berupaya dengan segera serta bergegas kita menyongsongnya. Tapi sayangnya kita belum hidup di dalamnya. Apakah kita benar-benar hidup di masa depan ? Coba deh di renungkan, benarkah kehidupan yang kita jalani saat ini merupakan representasi dari masa depan yang kita bayangkan.

Tidak jarang kita melupakan masa kini. Masa dimana kita hidup di dalamnya. Kita bahkan sering tidak menikmatinya. Padahal masa kini merupakan perpaduan antara masa lalu dan masa depan. Ia merupakan antara, sebuah jembatan yang menghubungkannya. Atas nama rutinitas, atas nama kebosanan, atas nama butuh tantangan baru, atas nama nanti. Kita menyangkal dan selalu menolak untuk berada di masa kini. Padahal momentum tidak akan terlahir dua kali. Momentum hanya tercipta sekali. Momentum adalah sebuah momen yang ia hadir saat itu juga, detik itu juga, menit itu juga, jam itu juga, hari itu juga. Dan kita selalu melewatkannya. Tidak kita tangkap dan manfaatkan.

Beda yang dengan kesempatan. Kalau kesempatan meski ia lewatkan bisa hadir kembali. Walaupun datangnya kesempatan kedua tidak persis sama dengan kesempatan pertama. Tapi kesempatan itu selalu datang berkali-kali. Sedangkan momentum tidak. Contoh perbedaannya. Momentum masa SMA, cukup sekali. Tidak bisa terulang. Tapi kesempatan untuk mengalami masa SMA kembali, kita bisa. Entah hadir sebagai siswa, guru, kakak, atau orangtua.

Maka dari itu sebelum menjadi bangkai, detik itu berharga banget guys. Di ujung hayat, kalimat yang bakal muncul hanya ada dua, yaitu penyesalan atau penghargaan. Ketika kita banyak menyia-nyiakan penyesalan bakal bermunculan. Tapi ketika kita memanfaatkan dan menikmati setiap momen yang hadir, penghargaan yang bakal hadir. Soo choose wisely, and be careful what you wish for.

mwm

Iklan

You can’t get all what u want. You just have to ask and fight for it!

Jodoh merupakan misteri bagiku sampai saat ini. Dimana proses pencarian dan upaya untuk mendapatkannya masih aku selami. Pada dermaga mana hati ini akan berlabuh, aku tak tahu. Yang jelas beberapa dermaga pernah aku singgahi, nyatanya itu hanya persinggahan sementara. Pencarian masih tetap perlu dilakukan, layar kembali di kembangkan. Ganasnya lautan tetap kan aku terjang.

Untuk sebuah alasan aku percaya, bahwa Allah akan memberikan bila timingnya pas dan tepat. Kapan timingnya dan momentum itu kapan aku dapatkan ? Hanya Allah yang tahu. Pada akhirnya aku belajar bahwa hukum tarik menarik bekerja. Dengan desain dan izin Allah tentunya.

Adakalanya ketika aku berupaya keras untuk menarik dalam arti melakukan sebuah penetrasi terus-menerus dengan intens. Nyatanya hasil akhir berkata lain, pasangannya bergerak ke arah yang sama. Aku menarik untuk bersatu, dia menarik untuk tidak bersatu.

Tapi ada proses yang terjadi tarik menarik yang terjadi, tidak nihil sama sekali. Hanya saja tegangannya tidak sama, arusnya ada yang di awal sudah lemah, ada yang sama-sama kuat tapi ketika berjalan mulai melemah dan terus melemah. Dan menjaga agar arus tegangan tetap kuat memang tidak mudah. Dibutuhkan kerjasama dan kekompakan agar arus yang terproduksi terpancar begitu kuat. Karena menikah bukan perkara dua insan manusia, ada faktor keluarga, tidak hanya ayah dan ibu tapi keluarga besar.

Uniknya adalah faktor keluarga sebenarnya bisa teratasi asal kedua insan memiliki pancaran arus yang sama-sama kuat. Karena tegangan itu menular, dan bekerja seperti gelombang. Permasalahannya, ketika pusat tegangan itu tidak memiliki arus tegangan yang sama-sama kuat. Maka penularan terhenti dan gelombang pun berhenti tidak akan menjamah sampai ke arah yang lebih luas. Kalau sudah begini, penguatan arus yang perlu dilakukan.

Dengan cara, memantapkan pusat arus, yaitu hati dan niat. Menariknya tidak ada yang tahu kenapa seseorang dapat tertarik terhadap orang lain. Kenapa ? karena hati adalah misteri yang tidak bisa di jamah oleh nalar dan berada dalam kuasa-Nya. Silahkan coba bila tidak percaya. Sifat hati berubah-ubah, meski ia memiliki kecondongan ke arah kebaikan. Hanya untuk memaksa hati untuk berpihak kepada si penarik hati, dan menyakinkannya. Tidak instan dan spontan prosesnya. Terlebih bila tampilan fisik yang baik menjadi satuan parameter agar hati berpihak, berat. Sampai pada ujungnya, kamu akan mendapati bahwa keinginan bekerja dengan hukum keinginan, dan ketertarikan bekerja dengan hukum tarik-menarik. And we have to be patient.

Because you can’t get all what u want. You just have to ask and fight for it! 

Konsekuensi dari sebuah pilihan hanya ada dua yaitu, penyesalan dan pengorbanan. Penyesalan hadir ketika memilih untuk berhenti berjuang dan meminta, sampai tibalah masa kesempatan itu sirna dan momentumnya hilang.  Dan tidak bisa di putar ulang. Sudah, end of story. Berdamilah dengan diri dan hati. Face it, let it go and grow.

Tapi jika penyesalan tidak ingin kita dapatkan, bersiaplah untuk berkorban. Sesuai dengan kadar hasil yang di harapkan. Selalu sepadan tidak pernah tidak berimbang. Siap berkorban untuk di hujat, di cemooh, di bungkam, di hadang, di jegal bahkan di kucilkan. Hasil akhir ? SEPADAN. Kalau merasa tidak sepadan, artinya belum sampai pada hasil akhir.

mwm

there is nothing new under the sun

Pernahkah kita bertanya, adakah sesuatu yang benar-benar baru di dunia ini ? Sesuatu yang memang belum pernah di ciptakan dan di buat ? Something orisil and brand new. Katakanlah itu sebuah produk or barang. Adakah barang tersebut benar-benar baru, dalam artian memang belum pernah ada dan di buat.

Atau sebuah peristiwa yang menimpa diri dan sedang kita alami. Benarkah itu peristiwa yang baru, atau benar-benar baru kita alami. Seakan itu benar-benar baru. Mungkin kita akan mengatakan, “ya, itu sesuatu yang baru. Pertama kali buat saya.” Atau kita akan mengatakan, “ini produk yang baru, belum pernah ada yang buat.”

But to be honestly, there is nothing new under the sun guys. Semuanya hanya siklus kehidupan. Yang ia berputar kemudian berputar sampai akhirnya bertemu di sebuah titik dan menjadi pembaharuan. Pembaharuan hasil dari pengembangan material yang ada di bumi.

Yes, kita hanya memperbaharui. Tidak ada yang kita ciptakan atau buat. Kita hanya menemukan sebuah bentuk lain dari sebuah bahan baku. Yang memang belum orang lain temukan, tapi kita yang menemukannya pertama kali. Lazimnya kita menyebutnya dengan inovasi.

Tapi apakah inovasi itu benar-benar baru, jika ternyata di dalam DNA kita inovasi tersebut sebenarnya sudah ada. Ia menetap dalam sebuah coding, meminta untuk kita pecahkan terlebih dahulu baru pada akhirnya lahirlah wujud inovasi tersebut ke dalam alam material.

mwm

Demarkasi

Well, Hello. Lama juga yah ga menulis. Sekedar bercerita ataupun menumpahkan isi hati. Bukan tanpa sebab, sebenarnya aku kehilangan sentuhan dan kenikmatan dalam menulis. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu mengendurnya minat membaca.

Kawanku bilang, mungkin karena faktor usia yang menyebabkan minat membaca menurun. Karena semakin menua, pikiran bertambah dan fokus menjadi terpecah. Mungkin ada benarnya juga di rentang usiaku yang hampir menginjak kepala tiga. Aku rasakan sulit sekali untuk fokus. Terlebih bila mood sedang buruk, jangan kaget bila aku pasang wajah ketus.

Semakin ke sini, emosi yang tadinya terasa eksplosif kini fluktuatif. Bagai roller coster, yang bila menanjak tak sungkan untuk berteriak, tapi bila menurun kekhawatiran melanda. Ingin rasanya cepat-cepat melaju di perlintasan datar. Kesannya ingin main aman dan menghindari konflik. Bagai seorang prajurit yang menghindari peperangan.

Keinginan yang meluap-luap nyatanya harus beradu dengan keterbatasan. Opsinya hanya satu, bertahan. Karena menyerang pun belum saatnya, ternyata ada baiknya menunggu. Meski harus mengingkari kemauan diri. Ya, mau apalagi. Aku bukan Tuhan, aku juga bukan dewa. Terkadang limitasi harus aku akui eksistensinya.

Dalam beberapa hal ya, tidak semua. Karena mau dihilangkan atau diredupkan idealitas selalu aku kedepankan. Meski tidak senyalang 3 atau 4 tahun silam. Ya idealitas itu masih ada. Mungkin hanya berubah rupa. Dan aku sedang mencari bentuk rupa yang baru. Kala bias dan tekanan yang datang menggila. Nampaknya aku perlu menetapkan sebuah batas. Lebih tepatnya penyataan sikap.

mwm

 

PERUBAHAN ADALAH KEPASTIAN

1:54 AM

 

“Tidak ada yang pasti dalam kehidupan ini. Yang pasti dalam kehidupan adalah perubahan.”

Manusia adalah makhluk yang menginginkan kepastian dalam hidupnya.  Apa-apa coba ia pastikan, bila kepastian tidak ia dapatkan, gelisah jadinya. Contohnya bab jodoh, ketika seorang manusia belum menemukan belahan hatinya, pasti gundah gulana. Dalam hal berbisnis juga manusia menginginkan kepastian, kepastian bisnisnya pasti untung dan memperoleh omset yang tinggi. Kerugian coba di hindari dengan cara ikut asuransi.

Padahal tidak ada yang pasti di dalam kehidupan ini. Esok hari bisa turun hujan bisa juga tidak. Jalanan bisa macet bisa juga tidak. Berspekulasi adalah hal yang kita bisa. Satu hal yang pasti adalah kita tidak bisa berspekulasi terhadap perubahan. Karena perubahan sifatnya tetap, ia konstanta dalam matematika kehidupan bukan seperti birama.

Prosesi kelahiran sampai menuju kematian mengajarkan bahwa perubahan adalah kepastian. Kepastian yang tidak bisa dielakkan bahkan ditangguhkan. Ia tidak bisa ditolak bahkan di pungkiri keberadaannya. Hal yang bisa kita perbuat adalah mengikuti dan mengarahkannya. Karena perubahan selalu menuju kepada dua kutub, yaitu positif dan negative, baik dan buruk, benar dan salah, untung dan rugi.

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.[ QS 13:11]”

 

Sering kali kita terjebak pada hal-hal yang pasti. Kita tidak berupaya menekankan perubahan pada hal-hal yang belum pasti. Contoh hal yang pasti adalah jodoh, kematian, rezeki, jenis kelamin, amalnya, bahagia atau celaka, Sedangkan hal yang belum pasti adalah apakah kita bakal masuk surga ? surga tingkatan berapa ? bersama siapa masuk surga ? amalan apa yang menyebabkan kita masuk surga. Mati dalam keadaan apa ? siapa yang menemani kita ketika kematian datang ? pesiapan apa saja yang sudah kita siapkan dalam menghadapi kematian. Siapa jodoh kita, amalan apa yang mendekatkan diri kepada jodoh kita, menginginkan jodoh yang baik atau buruk.

 

Proses dalam melakukan serta menjalani perubahan tersebut yang jarang kita tekannkan. Kita mengharapkan hasil yang pasti tanpa memeriksa terlebih dahulu, apakah proses kita sudah benar, apakah proses kita sudah sesuai, apa saja langkah dalam menggapai perubahan tersebut. Dinamika menuntut untuk dinamis, bukan statis. Kehidupan tidak mengenal kekakuan serta keakuan. Kehidupan hanya mengenal kelenturan dan kekitaan.

 

Allah melihat dan menilai seberapa jauh usaha kita. Seberapa besar kemauan kita, seberapa kuat usaha kita. Seberapa tinggi determinasi kita kala berproses menjalani perubahan yang kita inginkan. Berapa banyak pengorbanan yang kita berikan, sanggupkan kita untuk terus berjuang mengusung perubahan yang Allah harapkan.

Tinggal balik lagi kepada kita, masihkah mencemaskan hal-hal yang sudah pasti, masihkan mengkhawatirkan  kepastian-kepastian yang sudah Allah gariskan. Masihkah membuang-buang waktu, tenaga dan fikiran untuk hal-hal yang sudah pasti. Padahal sudah jelas, perubahan adalah hal yang perlu kita perhatikan dengan lebih detail dan seksama. Hasil tidak pernah mengkhianati proses. Kepastian akan kita dapatkan seiring dengan perubahan kita lakukan.

mwm