Arsip Kategori: Leadership

Amalan Berbasis STIFIn

Beberapa tahun lalu, saat public begitu “haus” dengan informasi seputar rahasia strategi kesuksesaan mas Ippho Santosa Penulis Mega Best Seller 7 Keajaiban Rezeki, bertanya hal yang sangat penting namun belum menjadi perhatian utama para pencari sukses kala itu. Mas Ippho Santosa bertanya kepada mas Sandiaga Uno, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang diceritakan ulang dengan bahasa saya, “Mas, “AMALAN” apa yang rutin dilakukan sehingga dengan wasilah itu, Allah memberikan keberlimpahan rezeki sebanyak ini?”

Karena pembahasan strategi sudah dianggap mainstream, di era spiritual entrepreneurship sebaiknya kita juga tidak melupakan peran “AMAL” sebagai katalisator kesuksesan. Seringkali sebagai manusia, saat bertemu masalah, kebanyakan orang berfikir untuk mencari strategi/cara/solusi agar keluar dari himpitan masalah. Wajar, bahkan tidak jarang seminar-seminar motivasi mengajarkan kita mencari solusi. Ada sebuah rahasia para nabi yang belum banyak diungkap. Mau tahu ? yang mau tahu angkat tangan sambil katakan “sayaaaa”.

Diantara kisah-kisah tersebut ada kisah yang sangat menarik perhatian kami, yakni kisah Nabi Yunus a.s ketika ia diuji di dalam perut ikan besar. Singkat cerita, ternyata yang membuat Nabi Yunus keluar dari kegelapan perut ikan bukan karena ia fokus ke solusi yang harus dilakukan (strategi) agar bisa keluar, melainkan istighfar (amalan) Nabi Yunus-lah yang membuat Allah berkenan mengeluarkannya dari perut ikan besar (kegelapan/masalah).

Barangkali kalau Nabi Yunus hanya fokus pada solusi, ia akan berusaha mencari-cari celah di perut ikan agar ia bisa keluar, atau barangkali bisa saja Nabi Yunus melukai organ dalam perut ikan tersebut, tapi Nabi Yunus a.s tidak melakukannya. Saat berada di perut ikan, Nabi Yunus melakukan intropeksi diri, ia sadar, ia mengakui kesalahannya karena meninggalkan umatnya dan pergi berdakwah ke tempat lain. Lalu Nabi Yunus pun beristighfar dalam perut ikan (Q.S. 37: 140-145). Doa inilah (Q.S. Al-Anbiya : 87) yang kemudian menyebabkan Allah Swt mengampuni Nabi Yunus dan mengeluarkannya dari perut ikan.

Tidak hanya itu, Allah Swt juga menghadiahkan kepada Nabi Yunus yaitu kesadaran umatnya untuk beriman kepada Allah Swt bahkan tanpa bersusah payah berdakwah seperti sebelumnya. Sahabat, boleh jadi Tuhan belum menghendaki kesuksesan kepada kita bukan karena kita kurang strategi atau kurang ikut training ini dan itu, melainkan karena dosa-dosa kita. Jadi jangan terburu-buru mengkambing hitamkan mental block padahal istighfar saja jarang-jarang.

Hubungannya dengan sesi coaching adalah, kita mengenal 4 model pertanyaan atau disebut “Coaching Maps”. Setelah coachee mengetahui goalsnya denga jelas dan menyadari keadaannya saat ini, langkah selanjutnya adalah menjabarkan opsi-opsi (strategi) yang mungkin akan dilakukan untuk selanjutnya berkomitmen untuk segera ditindak lanjuti. Dan sebagai coach yang memilih metode STIFIn sebagai sarana pendukung proses Coaching, tentu akan semakin baik jika setiap goals yang akan di ikhtiarkan juga diiringi dengan amalan-amalan yang perlu dilakukan oleh seorang coachee.

Karena STIFIn adalah metode pemetaan potensi diri yang kami gunakan dalam sesi Coaching, maka inilah amalan-amalan utama setiap mesin kecerdasaan (MK) menurut faham STIFIn, yang dikutip oleh penulis saat sesi tanya jawab dengan Bpk. Farid Poniman (founder STIFIn) :

Sensing ->>>>>> Perbanyak sholat sunnah

Thinking ->>>> > Perbanyak Istighfar

Intuiting ->>>>>> Perbanyak puasa sunah

Feeling ->>>>>>> Memelihara anak yatim

Insting ->>>>>>> Menjadi Mujahid (dalam arti luas)

Bukan berarti satu amalan misalnya istighfar hanya cocok buat orang Thinking, oh bukan, bukan begitu, tapi setiap MK punya gacon (jagoan) amalan yang bisa ia dawamkan, tentu semakin banyak amalan yang dilakukan insya Allah akan semakin baik. Oh iya, ngomong-ngomong soal keutamaan istighfar yang belakangan ini dipopulerkan oleh mas Andre Raditya lewat buku #RezekiLevel9, ternyata penulisnya juga ber-MK Thinking, kok bisa pas ya?

Selamat mengamalkan tips ini dalam sesi coaching, semoga bermanfaat ^_^

Rizal Muharam

#STIFInisme

#StifinCoaching

#AmalanMesinKecerdasan

LEADERSHIP DALAM PERSPEKTIF STIFIn

Apa itu leadership ?

Bahasa Indonesianya adalah ‘kepemimpinan’, sedangkan kepemimpinan menurut versi saya adalah sebuah seni untuk melakukan perubahan positif secara efektif dan efisien dengan melibatkan tenaga, akal, dan fikiran antara sang pemimpin dan yang dipimpin. Singkatnya aktifitas apapun didalamnya harus ‘positif’, kalau tidak unsure positif didalamnya itu bukan kepemimpinan melainkan kehancuran. Contoh : memimpin untuk merampok bank, berbuat zalim, memfitnah dll.

Siapakah yang disebut sebagai pemimpin ? ini pertanyaan fundamental. Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya.

Ketahuilah, kita semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Kita adalah manusia berarti manusia adalah pemimpin, dan dasar kuat yang harus kita pegang adalah setiap dari kita akan dimintai “Pertanggung jawaban” atas siapa yang kita pimpin.

  • Parent leader dalam keluarga, Bos di instansi dengan bawahannya, ketua komunitas, kakak ke adik, dll – , dan lebih luasnya Tanggung jawab kita atas harta kita, lisan kita, perbuatan kita, dll

Penjelasan di atas adalah FUNDAMENTAL yang harus kita ketahui dan pegang teguh, karena tidak jarang orientasi di atas dinomor duakan. Disini kita akan kerucutkan, membahas tentang Manusia memimpin manusia. saya akan ceritakan pengalaman saya dalam memimpin.

Saya belajar tentang dasar-dasar kepemimpinan ketika saya kelas 1 smp dan mulai aplikasi menjadi pemimpin saat kelas 3 smp, dimulai dari memimpin project, komunitas dan event sampai Alhamdulilah terakhir 2015 kemaren menjadi ketua sebuah organisasi yang berjumlah 40-an orang. Pernah diberi amanat juga memimpin hamper 800 orang ketika menjadi bagian penegak disiplin waktu sekolah di Gontor, pesantren modern di Jawa Timur. Suka duka sangat luar biasa dari tekanan dan ocehan sinis orang-orang yang tidak percaya sama kita, sampai apresiasi yang sulit dilupakan sampai saat ini.

Ingatlah ini, “kalau tidak siap dibenci dan ditekan dalam berbagai sudut maka tidak usah memimpin”. Pemimpin harus siap dibenci, siap bersabar, siap mengambil keputusan genting demi kemaslahatan bersama, dll. Semua kebijakan, keputusan dan tindakan yang kita lakukan akan memperlihatkan kualitas Kepemimpinan kita. Bagaimana caranya?

Perhatikanlah kata-kata ini, “Pemimpin yang baik akan selalu dikenang namanya ketika ia sudah selesai dalam amanahnya”, coba dicek ketika anda pernah memimpin suatu komunitas atau organisasi.

  1. Apakah nama anda selalu diperbincangkan kebaikannya walaupun anda sudah tidak memimpin.
  2. Apakah anda masih sering dihubungi oleh mantan bawahan anda tentang urusan apapun, terutama hal-hal yang kalian pernah lakukan.
  3. Berapa orang kader yang kau ciptakan, kau tempa, kau didik, kau gembleng dan berhasil meneruskan perjuanganmu.

“Pemimpin baik dan benar selalu panjang umur” namanya sering disebut karena keberhasilannya memimpin. Ada tiga tahapan menjadi seorang pemimpin.

  1. Pahami Fundamental Seorang Pemimpin.
  2. Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Evaluasi melalui introspeksi dan penggalian “blank spot”

 

Setiap Mesin Kecerdasaan (MK) punya potensi kepemimpinan masing-masing, tapi dominannya berbeda :

  1. Sensing : dominan potensi leadershipnya di pengalamannya. Disini dia bisa jadi leader yang baik kalau banyak pengalaman. Lihat lagi 10 personaliti tetap anda, kuatkan disitu, latih !
  2. Thinking : potensi managerialnya bagus, sisi kritis dan tegasnya ini modal utama dia dalam leadership.
  3. Intuiting : sejatinya pemimpin harus memiliki banyak ide, nah intuiting ini tinggal kuatkan di masalah aplikasi. Hindari terlalu banyak ide, namun malas ikut terjun mengeksekusi.
  4. Feeling : Interpersonalnya jadi modal utama. inner beauty nya di latih.
  5. Instinct : cenderung terlihat multitalenta, ini potensi. Karena biasanya pengalamannya banyak.

Kalau sudah tahu dasar-dasarnya mari kita lanjut ke tahap kedua yaitu APLIKASI. Tindak tanduk pemimpin adalah sumber kekuatan bagi yang dipimpinnya.

  1. Role model

Sungguh ini yang sulit, bukan bermakna jaga image tetapi contoh. Usahakanlah member contoh sebelum instruksi, andil dalam eksekusi jika tidak bisa perhatikanlah usaha mereka. Itu menandakan engkau pemimpin yang peduli, bukan hanya pandai bicara namun bisa dijadikan panutan dalam perkataan dan perbuatan. Jaga lisanmu, karena satu katapun sangat berpengaruh bagi anggotamu.

  1. Mendengar, Mendengar dan Mendengar
  • Sensing, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu walaupun mungkin pengalamannya tidak seperti apa yang kau tahu, tapi pasti ada sesuatu yang bisa kau ambil
  • Thinking, dengarkan ia yang menyampaikan pendapatnya padamu, walaupun idea tau sarannya terkesan tidak logis dan asal, selanjutnya bisa kau arahkan dengan potensi analisa kritismu agar idenya lebih baik.
  • Intuiting, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya padamu, walaupun menurutmu idenya tak sebagus idemu. Apa salahnya didengarkan, Tanya objektivitasnya dan tambahkan dengan idemu.
  • Feeling, dengarkan ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu, walaupun kau tak suka dengannya namun nasihat dan ilmu bisa berasal dari siapa saja, sekalipun dari musuhmu.
  • Instinct, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu, walaupun mengganggap dirimu multi talenta dan serba bisa. Namun terimalah semua yang dinasihatkan kepadamu.

Naikan matramu ke level yang lebih tinggi lagi, waspadalah terhadap kekuranganmu, latihlah untuk mengembangkannya. Biasanya kalau orang itu pengalamannya udah banyak, merasa ilmunya sudah banyak, cenderung memiliki sifat sombong kalau belum dilatih. MENDENGAR adalah salah satu tantangan bagi anda yang ingin menjadi seorang leader. Ya Benar anda pintar, memang tidak ada yang lebih pintar dari anda. Ya Pengalaman anda banyak, apakah akan sama pengalaman anda dengan orang lain.

  1. Tahap evaluasi (identifikasi blank spot)

Saya katakana, sehebat apapun anda memimpin, pengalaman anda, ide anda, managerial anda, pasti ada saja kekurangan yang kita punya, dan tanpa kita sadari ini jadi boomerang. Intinya perbanyak minta masukan, nasihat. Terkadang hal-hal tersembunyi dari kita hanya bisa dilihat oleh orang lain

Sumber : Adnan STIFIn Leadership

Kalau anda tipe leader seperti apa dan bagaimana anda memimpin ? Untuk mengetahuinya silahkan hubungi Rute Talenta. CP : 0856-2464-3232 (Wildan) / 0813-1288-6815 (Deyu “STIFIn Promotor”)