You can’t get all what u want. You just have to ask and fight for it!

Jodoh merupakan misteri bagiku sampai saat ini. Dimana proses pencarian dan upaya untuk mendapatkannya masih aku selami. Pada dermaga mana hati ini akan berlabuh, aku tak tahu. Yang jelas beberapa dermaga pernah aku singgahi, nyatanya itu hanya persinggahan sementara. Pencarian masih tetap perlu dilakukan, layar kembali di kembangkan. Ganasnya lautan tetap kan aku terjang.

Untuk sebuah alasan aku percaya, bahwa Allah akan memberikan bila timingnya pas dan tepat. Kapan timingnya dan momentum itu kapan aku dapatkan ? Hanya Allah yang tahu. Pada akhirnya aku belajar bahwa hukum tarik menarik bekerja. Dengan desain dan izin Allah tentunya.

Adakalanya ketika aku berupaya keras untuk menarik dalam arti melakukan sebuah penetrasi terus-menerus dengan intens. Nyatanya hasil akhir berkata lain, pasangannya bergerak ke arah yang sama. Aku menarik untuk bersatu, dia menarik untuk tidak bersatu.

Tapi ada proses yang terjadi tarik menarik yang terjadi, tidak nihil sama sekali. Hanya saja tegangannya tidak sama, arusnya ada yang di awal sudah lemah, ada yang sama-sama kuat tapi ketika berjalan mulai melemah dan terus melemah. Dan menjaga agar arus tegangan tetap kuat memang tidak mudah. Dibutuhkan kerjasama dan kekompakan agar arus yang terproduksi terpancar begitu kuat. Karena menikah bukan perkara dua insan manusia, ada faktor keluarga, tidak hanya ayah dan ibu tapi keluarga besar.

Uniknya adalah faktor keluarga sebenarnya bisa teratasi asal kedua insan memiliki pancaran arus yang sama-sama kuat. Karena tegangan itu menular, dan bekerja seperti gelombang. Permasalahannya, ketika pusat tegangan itu tidak memiliki arus tegangan yang sama-sama kuat. Maka penularan terhenti dan gelombang pun berhenti tidak akan menjamah sampai ke arah yang lebih luas. Kalau sudah begini, penguatan arus yang perlu dilakukan.

Dengan cara, memantapkan pusat arus, yaitu hati dan niat. Menariknya tidak ada yang tahu kenapa seseorang dapat tertarik terhadap orang lain. Kenapa ? karena hati adalah misteri yang tidak bisa di jamah oleh nalar dan berada dalam kuasa-Nya. Silahkan coba bila tidak percaya. Sifat hati berubah-ubah, meski ia memiliki kecondongan ke arah kebaikan. Hanya untuk memaksa hati untuk berpihak kepada si penarik hati, dan menyakinkannya. Tidak instan dan spontan prosesnya. Terlebih bila tampilan fisik yang baik menjadi satuan parameter agar hati berpihak, berat. Sampai pada ujungnya, kamu akan mendapati bahwa keinginan bekerja dengan hukum keinginan, dan ketertarikan bekerja dengan hukum tarik-menarik. And we have to be patient.

Because you can’t get all what u want. You just have to ask and fight for it! 

Konsekuensi dari sebuah pilihan hanya ada dua yaitu, penyesalan dan pengorbanan. Penyesalan hadir ketika memilih untuk berhenti berjuang dan meminta, sampai tibalah masa kesempatan itu sirna dan momentumnya hilang.  Dan tidak bisa di putar ulang. Sudah, end of story. Berdamilah dengan diri dan hati. Face it, let it go and grow.

Tapi jika penyesalan tidak ingin kita dapatkan, bersiaplah untuk berkorban. Sesuai dengan kadar hasil yang di harapkan. Selalu sepadan tidak pernah tidak berimbang. Siap berkorban untuk di hujat, di cemooh, di bungkam, di hadang, di jegal bahkan di kucilkan. Hasil akhir ? SEPADAN. Kalau merasa tidak sepadan, artinya belum sampai pada hasil akhir.

mwm

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s