Refleksi Kemerdekaan

tiga..dua..satu..

Deru asap knalpot bertebaran dimana-mana,di sertai bising suara knalpot yang terasa menggelegar menyayat hati ini. Ketika lampu stopan berubah menjadi warna hijau, mereka pun berpacu dengan semangat menggebu untuk mencapai garis finish. Tanpa mempedulikan kondisi jalanan yang tidak stabil serta pengendara yang lain, mereka dengan asiknya beradu kecepatan dengan tunggangan pembalap lain. Seakan ingin menunjukan siapa yang paling cepat diantara mereka, meski resiko kematian kerap menghantui. Pembalap liar, itulah sebutan yang mereka sandang.

Kamis dinihari di kala udara malam mulai menusuk kulit tubuh ini. Mereka mulai berkumpul untuk bertemu satu sama lain. Dengan tujuan yang sama, yaitu mengetes nyali dan tunggangan yang mereka miliki. Tanpa menunggu komando, mereka mulai mengambil posisi, layaknya valentino rossi di motor GP. Usia mereka masih belasan, antara umur 15-20 an.

66 tahun kita merdeka. Sayangnya spirit kemerdekaan belum menyentuh di hati para warga negaranya. Hal itu terjadi karena negara yang kita (bela) kurang memperhatikan kondisi warga negaranya. Di tambah kita sebagai generasi muda kurang begitu meresapi arti dari sebuah kata “merdeka” . Generasi muda kita seakan terbius oleh hingar bingar budaya negeri orang. Generasi muda kita seakan kehilangan arah tujuan hidup, jerat hedonisme teramat kuat membelenggu otak kita. Kurang ditonjolkannya tokoh-tokoh inspirasional yang berasal dari Indonesia , menambah kuat jeratan tersebut. Salah satu contoh nyat yang terjadi di kalangan generasi muda adalah kasus fenomena balapan liar. Mereka sebernarnya mempunyai potensi yang cukup besar untuk dapat di tumbuh kembangkan. Dunia balap mengajarkan kita tentang sikap bernyali, mengasah otak, ilmu fisika,sportifitas dan kerjasama tim. Hal-hal yang di butuhkan untuk membangunkan negara kita yang sedang mengalami keterpurukan.

Saatnya kita berbenah, kalau bukan oleh kita lantas oleh siapa negara ini akan bangkit. Mari kita mulai meyebarkan virus-virus “kemerdekaan” pada generasi muda kita. Karena sejarah telah mencatat bahwa generasi muda yang memiliki kemauan yang kuat lah yang dapat menjadi motor penggerak untuk melakukan sebuah perubahan.

Ketika “merdeka” hanya menjadi sebuah kata.

Ketika “merdeka” hanya menjadi slogan semata.

Ketika “merdeka” hanya menjadi hiasan bibir saja.

Maka ambilah peran. Jangan hanya diam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s