Mimpi

Bahwa hidup berawal dari mimpi..

Maka terus lah bermimpi dan kejarlah mimpi-mimpi yang kita inginkan.

Mimpi. Apa seh yang pertama kali terbesit difikiran kita ketika mendengat kata tersebut. Banyak definisi yang di lontarkan terkait kata tersebut. Mimpi merupakan bunga tidur kita, mimpi adalah cita-cita, mimpi adalah harapan yang kita ingin kita raih dan sebagainya. Bagi penulis sendiri definisi mimpi adalah gambaran yang kita idam-idamkan di masa yang akan datang. Mengapa itu di sebut  sebuah gambaran di masa yang datang? Karena masa yang akan datang belum lah kita alami, serta kita tidak tahu apa yang bakal terjadi di masa yang akan datang. Masa yang akan datang sifatnya gaib, kita hanya bisa meraba-rabanya saja dan belum tentu kita bisa hidup di dalamnya.

Agar kita bisa merasakan hidup di dalamnya kita memerlukan sebuah gambaran. Dari gambaran yang kita buat, kita bisa mensetting apa saja hal-hal yang terjadi di dalamnya. Bagaikan seorang sutradara, kita di tuntut membuat bingkai demi bingkai kehidupan yang kita inginkan. Kita di haruskan membuat sebuah plot atau jalan cerita dalam kehidupan yang kita jalani. Biarkan imajinasi kita berkembang seliar-lairnya karna einsten pernah berkata ” imajinasi itu lebih penting dari ilmu pengetahuan” .

Sayangnya masih banyak orang yang takut untuk bermimpi. Untuk bermimpi saja mereka takut apalagi untuk menjalani kerasnya roda kehidupan. Padahal bila kita mau telusuri lebih jauh, kekuatan dari mimpi itu sangat lah kuat. Mimpi lah yang membuat kita tetap “hidup” dalam menjalani kehidupan ini.

“Akan selalu ada suatu keadaan, kenangan dan orang-orang tertentu yang pernah singgah dalam hati kita dan meninggalkan jejak langkah di hati kita dan kita pun tidak akan pernah sama lagi seperti kita sebelumnya. Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa.

Berani keluar dari zona nyaman , buat ngadepin semua yang ada di depan … dan yang bisa dilakukan seorang mahkluk bernama manusia terhadap mimpi mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya… Manusia yang nggak percaya sama Tuhan? Sama saja dengan manusia yang nggak punya mimpi? …cuma seonggok daging yang punya nama. Sang pencipta tidak pernah memberikan apa yang manusia pinta, seperti cinta. Ia memberi apa yang manusia butuhkan.

Gantungkan keinginan kamu 5 cm di depan jidat kamu biarkan mengambang, mengambang seakan-akan kamu meraihnya


Keep our dreams alive, and we will survive..”

[ 5 cm – Donny Dirgantoro ]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s