Demarkasi

Well, Hello. Lama juga yah ga menulis. Sekedar bercerita ataupun menumpahkan isi hati. Bukan tanpa sebab, sebenarnya aku kehilangan sentuhan dan kenikmatan dalam menulis. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu mengendurnya minat membaca.

Kawanku bilang, mungkin karena faktor usia yang menyebabkan minat membaca menurun. Karena semakin menua, pikiran bertambah dan fokus menjadi terpecah. Mungkin ada benarnya juga di rentang usiaku yang hampir menginjak kepala tiga. Aku rasakan sulit sekali untuk fokus. Terlebih bila mood sedang buruk, jangan kaget bila aku pasang wajah ketus.

Semakin ke sini, emosi yang tadinya terasa eksplosif kini fluktuatif. Bagai roller coster, yang bila menanjak tak sungkan untuk berteriak, tapi bila menurun kekhawatiran melanda. Ingin rasanya cepat-cepat melaju di perlintasan datar. Kesannya ingin main aman dan menghindari konflik. Bagai seorang prajurit yang menghindari peperangan.

Keinginan yang meluap-luap nyatanya harus beradu dengan keterbatasan. Opsinya hanya satu, bertahan. Karena menyerang pun belum saatnya, ternyata ada baiknya menunggu. Meski harus mengingkari kemauan diri. Ya, mau apalagi. Aku bukan Tuhan, aku juga bukan dewa. Terkadang limitasi harus aku akui eksistensinya.

Dalam beberapa hal ya, tidak semua. Karena mau dihilangkan atau diredupkan idealitas selalu aku kedepankan. Meski tidak senyalang 3 atau 4 tahun silam. Ya idealitas itu masih ada. Mungkin hanya berubah rupa. Dan aku sedang mencari bentuk rupa yang baru. Kala bias dan tekanan yang datang menggila. Nampaknya aku perlu menetapkan sebuah batas. Lebih tepatnya penyataan sikap.

mwm

 

Iklan

Amalan Berbasis STIFIn

Beberapa tahun lalu, saat public begitu “haus” dengan informasi seputar rahasia strategi kesuksesaan mas Ippho Santosa Penulis Mega Best Seller 7 Keajaiban Rezeki, bertanya hal yang sangat penting namun belum menjadi perhatian utama para pencari sukses kala itu. Mas Ippho Santosa bertanya kepada mas Sandiaga Uno, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang diceritakan ulang dengan bahasa saya, “Mas, “AMALAN” apa yang rutin dilakukan sehingga dengan wasilah itu, Allah memberikan keberlimpahan rezeki sebanyak ini?”

Karena pembahasan strategi sudah dianggap mainstream, di era spiritual entrepreneurship sebaiknya kita juga tidak melupakan peran “AMAL” sebagai katalisator kesuksesan. Seringkali sebagai manusia, saat bertemu masalah, kebanyakan orang berfikir untuk mencari strategi/cara/solusi agar keluar dari himpitan masalah. Wajar, bahkan tidak jarang seminar-seminar motivasi mengajarkan kita mencari solusi. Ada sebuah rahasia para nabi yang belum banyak diungkap. Mau tahu ? yang mau tahu angkat tangan sambil katakan “sayaaaa”.

Diantara kisah-kisah tersebut ada kisah yang sangat menarik perhatian kami, yakni kisah Nabi Yunus a.s ketika ia diuji di dalam perut ikan besar. Singkat cerita, ternyata yang membuat Nabi Yunus keluar dari kegelapan perut ikan bukan karena ia fokus ke solusi yang harus dilakukan (strategi) agar bisa keluar, melainkan istighfar (amalan) Nabi Yunus-lah yang membuat Allah berkenan mengeluarkannya dari perut ikan besar (kegelapan/masalah).

Barangkali kalau Nabi Yunus hanya fokus pada solusi, ia akan berusaha mencari-cari celah di perut ikan agar ia bisa keluar, atau barangkali bisa saja Nabi Yunus melukai organ dalam perut ikan tersebut, tapi Nabi Yunus a.s tidak melakukannya. Saat berada di perut ikan, Nabi Yunus melakukan intropeksi diri, ia sadar, ia mengakui kesalahannya karena meninggalkan umatnya dan pergi berdakwah ke tempat lain. Lalu Nabi Yunus pun beristighfar dalam perut ikan (Q.S. 37: 140-145). Doa inilah (Q.S. Al-Anbiya : 87) yang kemudian menyebabkan Allah Swt mengampuni Nabi Yunus dan mengeluarkannya dari perut ikan.

Tidak hanya itu, Allah Swt juga menghadiahkan kepada Nabi Yunus yaitu kesadaran umatnya untuk beriman kepada Allah Swt bahkan tanpa bersusah payah berdakwah seperti sebelumnya. Sahabat, boleh jadi Tuhan belum menghendaki kesuksesan kepada kita bukan karena kita kurang strategi atau kurang ikut training ini dan itu, melainkan karena dosa-dosa kita. Jadi jangan terburu-buru mengkambing hitamkan mental block padahal istighfar saja jarang-jarang.

Hubungannya dengan sesi coaching adalah, kita mengenal 4 model pertanyaan atau disebut “Coaching Maps”. Setelah coachee mengetahui goalsnya denga jelas dan menyadari keadaannya saat ini, langkah selanjutnya adalah menjabarkan opsi-opsi (strategi) yang mungkin akan dilakukan untuk selanjutnya berkomitmen untuk segera ditindak lanjuti. Dan sebagai coach yang memilih metode STIFIn sebagai sarana pendukung proses Coaching, tentu akan semakin baik jika setiap goals yang akan di ikhtiarkan juga diiringi dengan amalan-amalan yang perlu dilakukan oleh seorang coachee.

Karena STIFIn adalah metode pemetaan potensi diri yang kami gunakan dalam sesi Coaching, maka inilah amalan-amalan utama setiap mesin kecerdasaan (MK) menurut faham STIFIn, yang dikutip oleh penulis saat sesi tanya jawab dengan Bpk. Farid Poniman (founder STIFIn) :

Sensing ->>>>>> Perbanyak sholat sunnah

Thinking ->>>> > Perbanyak Istighfar

Intuiting ->>>>>> Perbanyak puasa sunah

Feeling ->>>>>>> Memelihara anak yatim

Insting ->>>>>>> Menjadi Mujahid (dalam arti luas)

Bukan berarti satu amalan misalnya istighfar hanya cocok buat orang Thinking, oh bukan, bukan begitu, tapi setiap MK punya gacon (jagoan) amalan yang bisa ia dawamkan, tentu semakin banyak amalan yang dilakukan insya Allah akan semakin baik. Oh iya, ngomong-ngomong soal keutamaan istighfar yang belakangan ini dipopulerkan oleh mas Andre Raditya lewat buku #RezekiLevel9, ternyata penulisnya juga ber-MK Thinking, kok bisa pas ya?

Selamat mengamalkan tips ini dalam sesi coaching, semoga bermanfaat ^_^

Rizal Muharam

#STIFInisme

#StifinCoaching

#AmalanMesinKecerdasan

PERUBAHAN ADALAH KEPASTIAN

1:54 AM

 

“Tidak ada yang pasti dalam kehidupan ini. Yang pasti dalam kehidupan adalah perubahan.”

Manusia adalah makhluk yang menginginkan kepastian dalam hidupnya.  Apa-apa coba ia pastikan, bila kepastian tidak ia dapatkan, gelisah jadinya. Contohnya bab jodoh, ketika seorang manusia belum menemukan belahan hatinya, pasti gundah gulana. Dalam hal berbisnis juga manusia menginginkan kepastian, kepastian bisnisnya pasti untung dan memperoleh omset yang tinggi. Kerugian coba di hindari dengan cara ikut asuransi.

Padahal tidak ada yang pasti di dalam kehidupan ini. Esok hari bisa turun hujan bisa juga tidak. Jalanan bisa macet bisa juga tidak. Berspekulasi adalah hal yang kita bisa. Satu hal yang pasti adalah kita tidak bisa berspekulasi terhadap perubahan. Karena perubahan sifatnya tetap, ia konstanta dalam matematika kehidupan bukan seperti birama.

Prosesi kelahiran sampai menuju kematian mengajarkan bahwa perubahan adalah kepastian. Kepastian yang tidak bisa dielakkan bahkan ditangguhkan. Ia tidak bisa ditolak bahkan di pungkiri keberadaannya. Hal yang bisa kita perbuat adalah mengikuti dan mengarahkannya. Karena perubahan selalu menuju kepada dua kutub, yaitu positif dan negative, baik dan buruk, benar dan salah, untung dan rugi.

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.[ QS 13:11]”

 

Sering kali kita terjebak pada hal-hal yang pasti. Kita tidak berupaya menekankan perubahan pada hal-hal yang belum pasti. Contoh hal yang pasti adalah jodoh, kematian, rezeki, jenis kelamin, amalnya, bahagia atau celaka, Sedangkan hal yang belum pasti adalah apakah kita bakal masuk surga ? surga tingkatan berapa ? bersama siapa masuk surga ? amalan apa yang menyebabkan kita masuk surga. Mati dalam keadaan apa ? siapa yang menemani kita ketika kematian datang ? pesiapan apa saja yang sudah kita siapkan dalam menghadapi kematian. Siapa jodoh kita, amalan apa yang mendekatkan diri kepada jodoh kita, menginginkan jodoh yang baik atau buruk.

 

Proses dalam melakukan serta menjalani perubahan tersebut yang jarang kita tekannkan. Kita mengharapkan hasil yang pasti tanpa memeriksa terlebih dahulu, apakah proses kita sudah benar, apakah proses kita sudah sesuai, apa saja langkah dalam menggapai perubahan tersebut. Dinamika menuntut untuk dinamis, bukan statis. Kehidupan tidak mengenal kekakuan serta keakuan. Kehidupan hanya mengenal kelenturan dan kekitaan.

 

Allah melihat dan menilai seberapa jauh usaha kita. Seberapa besar kemauan kita, seberapa kuat usaha kita. Seberapa tinggi determinasi kita kala berproses menjalani perubahan yang kita inginkan. Berapa banyak pengorbanan yang kita berikan, sanggupkan kita untuk terus berjuang mengusung perubahan yang Allah harapkan.

Tinggal balik lagi kepada kita, masihkah mencemaskan hal-hal yang sudah pasti, masihkan mengkhawatirkan  kepastian-kepastian yang sudah Allah gariskan. Masihkah membuang-buang waktu, tenaga dan fikiran untuk hal-hal yang sudah pasti. Padahal sudah jelas, perubahan adalah hal yang perlu kita perhatikan dengan lebih detail dan seksama. Hasil tidak pernah mengkhianati proses. Kepastian akan kita dapatkan seiring dengan perubahan kita lakukan.

mwm

 

KOMUNIKASI EFEKTIF ANTAR MESIN KECERDASAN

STIFIn memiliki teori Sirkulasi yang menggambarkan perputaran energy dari satu mesin kecerdasan ke mesin kecerdasaanya lainnya. Ini sangat cocok untuk pola komunikasi antar satu sama lain. Sepanjang pengamatan saya, pola mendukung antara satu mesin kecerdasaan dengan kecerdasaan lain, betul-betul berjalan. Adapun pola menaklukkan antara satu mesin kecerdasan dengan mesin kecerdasaan lain, tetap terlihat dan berjalan namun sangat tergantung dengan kapasitas dan kapabilitas seseorang.

Untuk mempermudah komunikasi dengan mesin kecerdasaan lain, saya sarikan tips dan cara yang tepat untuk komunikasi ke masing-masing mesin kecerdasan. Jika bicara dengan orang Sensing Introvert, maka disarankan :

  1. Menggunakan bahasa yang jelas dan tidak bertele-tele
  2. Berikan informasi secara runut dan detail.
  3. Yes, yes, no, no.
  4. Berikan kepastian.
  5. Gunakan contoh nyata/alat peraga.

Jika bicara dengan orang Sensing Extrovert, maka disarankan :

  1. Rayu/puji terlebih dahulu.
  2. Iming-imingi dengan hasil yang jelas/pasti.
  3. Berikan sedikit sentuhan.
  4. Terus semangati dengan kata-kata motivasi.
  5. Bisikkan suara ke telinga agar terdengar lebih dekat.

Jika bicara dengan orang Thinking Introvert, maka disarankan :

  1. Pikirkan kalimat matang-matang.
  2. Jangan baper dengan ke-dingin-annya.
  3. Siapkan data dan fakta yang lengkap.
  4. Berikan rekognisi (pujian dari orang yang dihormati) olehnya.
  5. Bersikap rasional dan objektif

Jika bicara dengan orang Thinking Extrovert, maka disarankan :

  1. Berikan skema sebab-akibat yang logis.
  2. Pancing dengan tema yang berbobot.
  3. Berikan wewenang untuk mengatur sesuatu.
  4. Santai ketika berkomunikasi dan jangan tegang.
  5. Berikan rekognisi (pujian dari orang yang dihormati) olehnya.

Jika bicara dengan orang Intuiting Introvert, maka disarankan :

  1. Tetapkan arah pembicaraan dan kawal ketika sedang melenceng.
  2. Masuk ke dalam mimpi atau tujuang jangka jauhnya terlebih dahulu
  3. Arahkan ide yang muncul dengan step by step
  4. Jelanskan dengan peluang yang akan muncul
  5. Memakai analogi yang tepat agar mudah dipahami
teori-sirkulasi
sirkulasi stifin.

Jika bicara dengan orang Intuiting Extrovert, maka disarankan :

  1. Santai dan masukkan lelucon/jokes ringan ke dalam komunikasi
  2. Masuk ke dalam mimpi atau tujuan jauhnya terlebih dahulu
  3. Berikan pemaparan lewat analogi
  4. Kuatkan informasi dengan data dan fakta yang lengkap agar pesan kita kokoh
  5. Jika mengelak maka jangan dibantah tapi ikuti alur kemaunnya, namun tetap bernegoisasi agar mendapt jalan tengah.

Jika bicara dengan orang Feeling Introvert, maka disarankan :

  1. Berikan senyuman terhangat dan genggam tangan dengan semangat.
  2. Mulai dengan tanyakan hal-hal kecil seperti kabar diri, keluarga, perkantoran, dll.
  3. Berikan sentuhan ketika komunikasi.
  4. Rangkul bahunya agar semakin dekat.
  5. Ciptakan komunikasi yang hidup dengan bertanya lebih dalam tentang keahlian sang lawan bicara.

Jika bicara dengan orang Feeling Extrovert, maka disarankan :

  1. Pasang wajah yang ceria.
  2. Ceritakan tentang kisah nyata / kisah motivasi. Agar suasana lebih hangat dan semangat.
  3. Puji dengan tulus.
  4. Minta arahan/saran dari dia.
  5. Ceritakan hal baru yang menyenangkan.

Jika bicara dengan orang Insting, maka disarankan :

  1. To the point dengan bahasa yang jelas (tidak bersayap).
  2. Hilangkan tekanan dan gunakan music (jika bisa).
  3. Tetapkan point point.
  4. Tegas namun tidak kasar.
  5. Ajak dia berfikir dan katakan “tolong” dalam permintaan.

 

NB : Kelima yang dijelaskan tidak bersifat mutlak karena backround seorang lawan bicara juga menentukan. Adapun point tersebut hanya bersifat saran yang disesuaikan dari kecerdasaan genetiknya masing-masing.

Komunikasi adalah sebuah seni, sejati seni dia memerlukan rasa dan cinta yang jujur. Tanpa keduanya seni tidak akan hidup, maka teruslah mengasah rasa dan cintamu setiap malam lewat  rintihan dalam sujud. Karena doa adalah senjata ampuh menaklukan dia dan menaklukan ego Anda. Masalah komunikasi ini adalah inherent (melekat = sangat penting) terhadap kebutuhan manusia. Rasanya tidak mungkin seseorang hidup sempurna tanpa berkomunikasi dengan orang lain. Keahlian komunikasi juga merupakan hal yang fundamental dalam pengembangan karir seseorang atau suatu organisasi. Tanpa komunikasi sukarlah dibayangkan bagaimana kehidupan ini berjalan. Serta patut menjadi sorotan, jangan sampai kita mengalami kegagalan dalam berkomunikasi sehingga mengakibatkan. miss persepsi dan gagal paham. Miss persepsi dan gagal paham merupakan awal dari sebuah kehancuran.

Bila anda tertarik untuk mengikuti test STIFIn dapat menghubungi kami RUTE TALENTA.

CP : 0856-2464-3232 (Wildan) / 0813-1288-6815 (Deyu “STIFIn Promotor”)

 

LEADERSHIP DALAM PERSPEKTIF STIFIn

Apa itu leadership ?

Bahasa Indonesianya adalah ‘kepemimpinan’, sedangkan kepemimpinan menurut versi saya adalah sebuah seni untuk melakukan perubahan positif secara efektif dan efisien dengan melibatkan tenaga, akal, dan fikiran antara sang pemimpin dan yang dipimpin. Singkatnya aktifitas apapun didalamnya harus ‘positif’, kalau tidak unsure positif didalamnya itu bukan kepemimpinan melainkan kehancuran. Contoh : memimpin untuk merampok bank, berbuat zalim, memfitnah dll.

Siapakah yang disebut sebagai pemimpin ? ini pertanyaan fundamental. Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya.

Ketahuilah, kita semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Kita adalah manusia berarti manusia adalah pemimpin, dan dasar kuat yang harus kita pegang adalah setiap dari kita akan dimintai “Pertanggung jawaban” atas siapa yang kita pimpin.

  • Parent leader dalam keluarga, Bos di instansi dengan bawahannya, ketua komunitas, kakak ke adik, dll – , dan lebih luasnya Tanggung jawab kita atas harta kita, lisan kita, perbuatan kita, dll

Penjelasan di atas adalah FUNDAMENTAL yang harus kita ketahui dan pegang teguh, karena tidak jarang orientasi di atas dinomor duakan. Disini kita akan kerucutkan, membahas tentang Manusia memimpin manusia. saya akan ceritakan pengalaman saya dalam memimpin.

Saya belajar tentang dasar-dasar kepemimpinan ketika saya kelas 1 smp dan mulai aplikasi menjadi pemimpin saat kelas 3 smp, dimulai dari memimpin project, komunitas dan event sampai Alhamdulilah terakhir 2015 kemaren menjadi ketua sebuah organisasi yang berjumlah 40-an orang. Pernah diberi amanat juga memimpin hamper 800 orang ketika menjadi bagian penegak disiplin waktu sekolah di Gontor, pesantren modern di Jawa Timur. Suka duka sangat luar biasa dari tekanan dan ocehan sinis orang-orang yang tidak percaya sama kita, sampai apresiasi yang sulit dilupakan sampai saat ini.

Ingatlah ini, “kalau tidak siap dibenci dan ditekan dalam berbagai sudut maka tidak usah memimpin”. Pemimpin harus siap dibenci, siap bersabar, siap mengambil keputusan genting demi kemaslahatan bersama, dll. Semua kebijakan, keputusan dan tindakan yang kita lakukan akan memperlihatkan kualitas Kepemimpinan kita. Bagaimana caranya?

Perhatikanlah kata-kata ini, “Pemimpin yang baik akan selalu dikenang namanya ketika ia sudah selesai dalam amanahnya”, coba dicek ketika anda pernah memimpin suatu komunitas atau organisasi.

  1. Apakah nama anda selalu diperbincangkan kebaikannya walaupun anda sudah tidak memimpin.
  2. Apakah anda masih sering dihubungi oleh mantan bawahan anda tentang urusan apapun, terutama hal-hal yang kalian pernah lakukan.
  3. Berapa orang kader yang kau ciptakan, kau tempa, kau didik, kau gembleng dan berhasil meneruskan perjuanganmu.

“Pemimpin baik dan benar selalu panjang umur” namanya sering disebut karena keberhasilannya memimpin. Ada tiga tahapan menjadi seorang pemimpin.

  1. Pahami Fundamental Seorang Pemimpin.
  2. Aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Evaluasi melalui introspeksi dan penggalian “blank spot”

 

Setiap Mesin Kecerdasaan (MK) punya potensi kepemimpinan masing-masing, tapi dominannya berbeda :

  1. Sensing : dominan potensi leadershipnya di pengalamannya. Disini dia bisa jadi leader yang baik kalau banyak pengalaman. Lihat lagi 10 personaliti tetap anda, kuatkan disitu, latih !
  2. Thinking : potensi managerialnya bagus, sisi kritis dan tegasnya ini modal utama dia dalam leadership.
  3. Intuiting : sejatinya pemimpin harus memiliki banyak ide, nah intuiting ini tinggal kuatkan di masalah aplikasi. Hindari terlalu banyak ide, namun malas ikut terjun mengeksekusi.
  4. Feeling : Interpersonalnya jadi modal utama. inner beauty nya di latih.
  5. Instinct : cenderung terlihat multitalenta, ini potensi. Karena biasanya pengalamannya banyak.

Kalau sudah tahu dasar-dasarnya mari kita lanjut ke tahap kedua yaitu APLIKASI. Tindak tanduk pemimpin adalah sumber kekuatan bagi yang dipimpinnya.

  1. Role model

Sungguh ini yang sulit, bukan bermakna jaga image tetapi contoh. Usahakanlah member contoh sebelum instruksi, andil dalam eksekusi jika tidak bisa perhatikanlah usaha mereka. Itu menandakan engkau pemimpin yang peduli, bukan hanya pandai bicara namun bisa dijadikan panutan dalam perkataan dan perbuatan. Jaga lisanmu, karena satu katapun sangat berpengaruh bagi anggotamu.

  1. Mendengar, Mendengar dan Mendengar
  • Sensing, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu walaupun mungkin pengalamannya tidak seperti apa yang kau tahu, tapi pasti ada sesuatu yang bisa kau ambil
  • Thinking, dengarkan ia yang menyampaikan pendapatnya padamu, walaupun idea tau sarannya terkesan tidak logis dan asal, selanjutnya bisa kau arahkan dengan potensi analisa kritismu agar idenya lebih baik.
  • Intuiting, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya padamu, walaupun menurutmu idenya tak sebagus idemu. Apa salahnya didengarkan, Tanya objektivitasnya dan tambahkan dengan idemu.
  • Feeling, dengarkan ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu, walaupun kau tak suka dengannya namun nasihat dan ilmu bisa berasal dari siapa saja, sekalipun dari musuhmu.
  • Instinct, dengarkanlah ia yang menyampaikan pendapatnya kepadamu, walaupun mengganggap dirimu multi talenta dan serba bisa. Namun terimalah semua yang dinasihatkan kepadamu.

Naikan matramu ke level yang lebih tinggi lagi, waspadalah terhadap kekuranganmu, latihlah untuk mengembangkannya. Biasanya kalau orang itu pengalamannya udah banyak, merasa ilmunya sudah banyak, cenderung memiliki sifat sombong kalau belum dilatih. MENDENGAR adalah salah satu tantangan bagi anda yang ingin menjadi seorang leader. Ya Benar anda pintar, memang tidak ada yang lebih pintar dari anda. Ya Pengalaman anda banyak, apakah akan sama pengalaman anda dengan orang lain.

  1. Tahap evaluasi (identifikasi blank spot)

Saya katakana, sehebat apapun anda memimpin, pengalaman anda, ide anda, managerial anda, pasti ada saja kekurangan yang kita punya, dan tanpa kita sadari ini jadi boomerang. Intinya perbanyak minta masukan, nasihat. Terkadang hal-hal tersembunyi dari kita hanya bisa dilihat oleh orang lain

Sumber : Adnan STIFIn Leadership

Kalau anda tipe leader seperti apa dan bagaimana anda memimpin ? Untuk mengetahuinya silahkan hubungi Rute Talenta. CP : 0856-2464-3232 (Wildan) / 0813-1288-6815 (Deyu “STIFIn Promotor”)

lifeisneverflat